PPKM DARURAT-Arus Lalu Lintas Palangka Raya Dialihkan

  • Bagikan
TUTUP ARUS- Ruas Jalan Imam Bonjol-Bundaran Besar saat mengalami penutupan arus di PPKM Darurat, Jumat (9/7/2021). TABENGAN/FERRY WAHYUDI
  • Kapolresta: Palangka Raya Zona Orange
  • Penyekatan Tidak Dilakukan Secara Penuh?

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Pemberlakuan PPKM Darurat di Kota Palangka Raya berimbas pada ditutupnya sejumlah ruas jalan dan pengalihan arus lalu lintas, dari maupun menuju Bundaran Besar Kota Palangka Raya. Penutupan dan pengalihan arus dimulai sejak Jumat (9/7) sore hingga 20 Juli mendatang.

MASIH LENGANG- Tampak penyekatan di Mahir Mahar tidak dilakukan penutupan secara keseluruhan. tampak pengendara mobil dan sepeda motor masih bisa lewat di depan posko penyekatan mahir mahar, Jumat (9/7) sekitar pukul 14.00 WIB. TABENGAN/YULIANUS

Sejumlah ruas jalan yang ditutup maupun dialihkan berada di Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (Apill) Jalan Kahayan, Apill DI Panjaitan, Jalan Arut-S Parman, Jalan Brigjen Katamso, Jalan Kinibalu, Jalan Kapten Tendean-DI Panjaitan, Jalan Kapten Tendean-Tjilik Riwut, Apill Jalan Suprapto, Bundaran Kecil-Jalan Imam Bonjol, Jalan Imam Bonjol-Sudirman, Apill Yos Sudarso-MH Thamrin, Jalan Kinibalu-Sundoro, dan Jalan Katamso-Kapten Mulyono.

Selain menutup dan mengalihkan arus lalu lintas, penyekatan di perbatasan masuk Kota Palangka Raya turut mendapat pengetatan penjagaan. Sesuai dengan Perwali Palangka Raya, warga yang masuk ke Kota Palangka Raya dari kabupaten sekitar wajib menunjukkan bukti bebas Covid 19 dengan RT-PCR/Antigen.

Pemberlakuan penyekatan di 3 titik pintu masuk Kota Palangka Raya, seperti Jalan Tjilik Riwut Km 38, Titik Nol Pahandut Seberang dan Jalan Mahir Mahar dimulai sejak Sabtu (3/7) lalu.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri mengatakan, tim gabungan dari Pemko Palangka Raya bersama personel kepolisian telah berjaga di masing-masing titik pintu masuk ke Kota Palangka Raya.

“Bagi warga yang kedapatan tidak bisa menunjukkan RT PCR maka akan dikenakan sanksi putar balik sesuai dengan Perwali,” ujarnya.

Ia menyebutkan, penutupan jalan dan pengalihan arus lalu lintas bertujuan membatasi pergerakan masyarakat dalam menindaklanjuti PPKM Darurat yang kini tengah berlangsung sampai 20 Juli mendatang. Ruas jalan khususnya akses menuju ke Bundaran Besar dilakukan penutupan.

“Ini sama yang diberlakukan pada saat penerapan PSBB dahulu. Melalui pengurangan pergerakan masyarakat diharapkan dapat menurunkan penyebaran Covid-19. Mengingat berdasarkan evaluasi, penyebaran Covid-19 di Kota Palangka Raya didominasi karena pergerakan dan mobilitas masyarakat,” jelasnya.

Jaladri menambahkan, berdasarkan data di Polresta Palangka Raya, Kota Palangka Raya seluruhnya memasuki zona oranye, bukan merah. Namun, menyebar cukup rata karena penularan melalui klaster perjalanan dan keluarga.

“Berdasarkan Perwali, aktivitas pedagang dibatasi hanya sampai pukul 17.00 WIB dan tidak diperkenankan untuk makan di tempat pada pukul 20.00 WIB. Jika melanggar dipastikan menerima sanksi,” tegasnya.

Sementara itu dari pantauan Tabengan di pintu masuk penyekatan Jalan Mahir Mahar, Jumat siang pukul 14.00 WIB  warga masih bebas lalu lalang tanpa ada pemeriksaan baik dari dalam kota maupun keluar kota. Dari keterangan petugas ada jam-jam tertentu mereka melakukan pemeriksaan. fwa

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *