Lamandau-Sukamara Perketat PPKM Mikro

  • Bagikan
PERKETAT- Bupati Lamandau, H Hendra Lesmana, diwawancarai wartawan terkait kebijakan Pemkab Lamandau menyikapi pelaksanaan pengetatan PPKM. TABENGAN/KARAMOI

NANGA BULIK/TABENGAN.COM- Tingginya kasus Covid-19 belakangan ini, menjadikan Kabupaten Lamandau dan Sukamara sebagai 2 dari 43 daerah kabupaten/kota di luar Jawa-Bali yang wajib melaksanakan pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Skala Mikro, 6-20 Juli 2021.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Lamandau H Hendra Lesmana mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau juga telah mengeluarkan kebijakan bahwasanya tidak akan melakukan lockdown, melainkan hanya pengetatan pembatasan.

“Yang pasti dengan pengetatan PPKM ini kita berharap bisa membatasi pergerakan. Tidak me-lockdown, kita melakukan pembatasan pergerakan orang,” kata Hendra saat diwawancarai, Rabu (7/7/2021).

TERAPKAN – Bupati Sukamara H Windu Subagio saat diwawancara menegaskan akan melaksanakan PPKM skala Mikro secara ketat di Sukamara TABENGAN/JAMUS

Caranya, lanjut dia, tentu melalui saluran sarana apa pun. Salah satu sarana salurannya melalui kegiatan adat dan keagamaan, supaya masyarakat paham membatasi diri. Sesuai panduan pelaksanaan PPKM Mikro itu sudah jelas bekerja dari rumah, kemudian pusat-pusat keramaian juga ditutup.

Hendra mengakui, pandemi Covid-19 telah memberikan dampak yang serius pada sektor ekonomi masyarakat. Sebab itu, agar perekonomian tetap berjalan, rumah makan, warung dan lain-lain boleh buka. Tapi, dibatasi dan transaksinya take away. Begitu pula dengan kegiatan yang sifatnya mengumpulkan banyak orang, untuk sementara tidak diperbolehkan.

SUKAMARA

Terpisah, Bupati Sukamara H Windu Subagio membenarkan Kabupaten Sukmara, Kabupaten Lamandau dan Kota Palangka Raya termasuk dalam 43 daerah yang tergolong dalam tingkat asesmen 4 kondisi Covid 19, dan masuk zona merah dengan tingkat penularan cukup berisiko tinggi.

“Benar, dengan ditetapkannya asesmen 4, Pemkab Sukamara akan memberlakukan jam malam dan menjalankan Surat Edaran Gubernur dan memperketat PPKM Mikro. Kita imbau dan kita tertibkan supaya mengikuti apa-apa yang sudah diatur oleh pemerintah,” kata Windu di ruang kerjanya, Rabu siang.

Langkah-langkah yang diambil, lanjutnya, penyekatan di pintu masuk utama oleh Dinas Perhubungan, Satpol PP kerja sama dengan TNI-Polri untuk melakukan skrining orang-orang yang masuk dari luar Sukamara.

“Jadi di pintu masuk utama kita mulai hari ini berjalan sampai dengan waktu yang sudah aman. Dengan ini  kita kendalikan arus keluar masuk, sehingga bisa menekan kasus Covid 19 di Kabupaten Sukamara ini,” imbuhnya.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap mematuhi prokes dan mengurangi mobilitas dan menjaga kesehatan.

“Jadi saya mohon kepada masyarakat, daerah kita ini sudah masuk zona merah dengan tingkat penularan yang cukup berisiko tinggi. Hari ini sampai dengan beberapa waktu ke depan, paling tidak satu minggu, atau paling lama 10 hari ini, kita mohon lebih bersabar,” tutup Windu. c-kar/c-jt

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *