Stok Vaksin Sisa 5 Hari

  • Bagikan
ILUSTRASI/NET

 *Sejumlah Kabupaten/Kota Level Berbahaya Penularan Covid-19

 PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM Masyarakat sangat antusias untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), capaian dosis I 21,53 persen dan dosis II 10,48 persen dari total sasaran 1.803.329 jiwa. Dari jumlah sasaran tersebut, tenaga kesehatan (nakes) 19.927, lanjut usia (lansia) 191.817, pelayan publik 198.975 dan masyarakat rentan 1.392.610.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng dr Suyuti Syamsul MPPM mengatakan, sampai Senin (5/7/2021) malam, jumlah vaksin di Kalteng masih ada 50 ribu dosis tersebar di Puskesmas maupun rumah sakit. Dengan kecepatan vaksinasi setiap hari 10 ribu dosis, maka masih bisa digunakan sampai 5 hari ke depan.

“Vaksin ini kan kewenangan pusat, kami hanya bisa minta dan hampir setiap hari saya minta. Tapi kalau di pusat juga tidak ada stok, apa yang mau dikirim. Maka sambil menunggu terjadi herd Immunity, sementara ini jalan keluarnya cuma satu, perketat protokol kesehatan,” kata Suyuti, Selasa (6/7).

Vaksin dikirim secara bertahap karena sesuai target vaksinasi selesai sampai Desember. Untuk itu, tidak bisa memenuhi kebutuhan satu hari, kalau habis stoknya berarti berhenti dulu vaksinasinya sambil menunggu kiriman dari pusat. Vaksin bukan sesuatu mudah didapat. Ketika di pusat stok  tersedia, maka akan mendistribusikan secara merata ke provinsi, selanjutnya dari provinsi dibagikan ke 13 kabupaten dan 1 kota.

“Daerah silakan gunakan kewenangannya untuk merelokasi vaksin dari satu faskes yang stoknya banyak ke faskes yang stoknya habis. Masyarakat juga tidak harus terpaku di satu faskes untuk dapat vaksin, tapi bisa ke faskes lain yang ada vaksinnya. Kami provinsi juga punya kewenangan untuk relokasi vaksin dari daerah yang stoknya masih banyak ke daerah yang sudah tidak ada persediaan,” jelas Suyuti.

Zona Risiko Tinggi

Provinsi Kalteng masuk zona merah penularan Covid-19. Dikutip dari sejumlah media online nasional, Menteri Koordinator Bidang Ekonomi Airlangga Hartarto mengatakan, perpanjangan PPKM mikro untuk luar Pulau Jawa dilakukan dari 6 Juli-20 Juli. Pemerintah mengelompokkan daerah ke beberapa level. Level 4, level 3 dan level 2. Daerah di level 4 setara dengan daerah paling banyak penularan Covid-19 (zona merah).

Ada 3 daerah di Kalteng penyumbang kasus; Kota Palangka Raya, Lamandau dan Sukamara. Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul juga membenarkan data tersebut. Ada 4 penilaian digunakan untuk menilai suatu daerah berada di zona merah. Misalnya, 100.000 penduduk yang terkonfirmasi berapa banyak yang terkonfirmasi positif, ada variabelnya.

“Tiga daerah ini masuk di dalamnya. Salah satu faktor mengapa mereka masuk karena jumlah penduduknya kecil, ketika dibagi per 100.000 itu akan besar. Itulah alasannya. Tapi memang, saya pikir yang harus dilakukan di daerah-daerah itu melakukan pengetatan pada PPKM Mikro, termasuk pembatasan aktivitas,” kata Suyuti.

Masuk wilayah zona merah, Kalteng termasuk daerah yang diminta untuk memperketat aktivitas, namun masih belum darurat karena batasnya lebih tinggi, tetapi kalau memperketat itu lebih rendah. Sejak awal sampai sekarang memperketat penerapan protokol kesehatan dan pembatasan aktivitas, ini dari dulu berlaku dan belum berubah.

Berdasarkan laporan dari daerah ke Dinkes Provinsi Kalteng, beberapa daerah di Kalteng, kapasitas rumah sakit sudah terisi 100 persen. Setidaknya ada 4-5 daerah, Palangka Raya, Murung Raya, Kotawaringin Timur dan Kotawaringin Barat.

Kemampuan maksimal sekali itu termasuk harus bangun tenda 2 kali lipat dari kemampuan normal. Kalau lebih dari itu sistemnya menggunakan prioritas. Pertumbuhan kasusnya tidak bisa dikurangi, kalau mau mengurangi pertumbuhan kasus maka diterapkan protokol kesehatan.

“Memang ada ikhtiar, ada vaksin. Tapi kalau sudah bisa nilai keberhasilannya, kalau sudah capai minimal 70 persen capaian vaksinasi. Untuk capai itu pemerintah punya target Desember dan di Kalteng kita targetkan Oktober,” kata Suyuti. yml

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *