Nakes Palangka Raya Terinfeksi Covid-19 Bertambah

  • Bagikan
Nakes Palangka Raya Terinfeksi Covid-19 Bertambah

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM Dalam kurun 7 hari ke belakang, 28 Juni-4 Juli 2021, kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Palangka Raya mengalami peningkatan. Setidaknya ada 379 kasus yang tercatat. Jika dibandingkan peningkatan kasus pada periode yang sama, 28 Mei hingga 3 Juni 2021, tercatat 144 kasus.

“Memang tren kasus Covid-19 di Palangka Raya dalam beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Tak cuma di sini, tapi secara nasional juga. Ini menjadi perhatian utama Pemko Palangka Raya,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya Andjar Hari Purnomo, Senin (5/7/2021).

Sejauh ini, kata dia, hingga 4 Juli di Kota Cantik ada 646 kasus aktif dalam perawatan. Khusus untuk fasilitas isolasi yang di bawah kewenangan Pemko, yakni di RSUD Kota Palangka Raya dan Rumah Sakit Perluasan (RSP) Hotel Batu Suli, Andjar menungkapkan masih dalam kondisi yang terkendali, meskipun sudah mulai terisi penuh.

“Masih aman. Kita berfokus pada perawatan kepada mereka yang terinfeksi,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Laboratorium Mikrobiologi Klinik Biomekuler Covid-19 RSUD Kota dr Mayawati E S Mewo mengatakan, okupansi per 5 Juli pukul 14.00 WIB, di RSUD Kota saat ini dari ketersediaan 48 ranjang perawatan telah terisi 44 ranjang. Kemudian untuk RSP Hotel Batu Suli dari ketersediaan 120 ranjang, 109 di antaranya telah terisi.

“Untuk persentasi okupansi ranjang perawatan atau Bed Occupancy Ratio (BOR), di RSUD Kota sudah mencapai 91,6 persen dan di RSP Hotel Batu Suli 90,83 persen. Tapi ketersediaan itu bersifat fluktuatif setiap harinya, sebab setiap hari pasti ada yang sembuh dan keluar, ada juga yang masuk. Cuma saat ini tren memang menunjukkan adanya kenaikan kasus,” bebernya.

“Hari ini saja sudah ada 30 pasien yang diizinkan pulang, tapi ada 30 pasien lagi yang akan masuk. Rata-rata kita menerima 20an kasus baru setiap harinya untuk perawatan,” tambahnya lagi.

Sejatinya, lanjut dr Mayawati, berdasarkan skema penanganan apabila BOR di suatu daerah sudah mencapai 80 persen, maka kapasitas harus ditambah sebanyak 40 persen. Selanjutnya, jika tingkat BOR sudah mencapai 60 persen, harus ditambah 30 persen dari kapasitas yang sudah ada.

“Namun, Pemko sudah mengantisipasi itu dengan menyedian Rumah Sakit Perluasan ini. Ya kita akui memang fasilitas masih terbatas. Tapi kita yakin ini masih bisa kita tangani. RSUD Kota diperuntukan bagi mereka yang bergejala berat, dan RSP bagi pasien bergejala ringan hingga sedang,” ujarnya.

Namun untuk perawatan sendiri, kata dr Mayawati, di Kota Palangka Raya telah tersebar sejumlah faskes yang mampu melayani perawatan pasien Covid-19. Seperti RSUD Doris Sylvanus, RSI PKU Muhammadiyah, RS Betang Pambelum, RS Bhayangkara, RS TNI, dan RS Siloam.

“Palangka Raya masih mampu menampung kasus aktif yang ada, dan sebaian besar pasien juga menjalani isolasi mandiri. Tapi jika angka sebaran tidak segera ditekan, saya khawatir akan kewalahan menangani kasus yang ada,” katanya.

Di sisi lain, bertambahnya kasus Covid-19 ternyata berdampak pula terhadap jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar. Mayawati menyebutkan, per 5 Juli 2021 telah ada 5 nakes di RSP Hotel Batu Suli yang terinfeksi Covid-19 dan 5 nakes di RSUD kota.

“Nah untuk nakes ini, memang ada peningkatan. Hal ini dinilai wajar seiring dengan peningkatan kasus secara kontinu. Mereka yang terinfeksi menjadi priroritas kami untuk dapatkan penanganan. Sejauh ini tidak ada kasus fatal yang menimpa nakes, semua bisa ditangani dengan baik,” ujarnya.

Nakes yang ada di Kota Palangka Raya diakuinya cukup kewalahan menangani peningkatan kasus yang cukup signifikan saat ini. Meskipun para nakes telah divaksin sejak Februari lalu, tapi menghadapi pasien yang cukup banyak setiap hari, belum lagi program vaksin bagi ribuan masyarakat, tak ayal membuat daya tahan tubuh para nakes menurun drastis dan pada akhirnya terinfeksi.

“Kendala kita, sejak awal pandemi hingga hari ini untuk nakes yang menangani Covid-19 tidak bertambah. Tapi jumlah kasus justru bertambah. Untuk itu, masyarakat saya harapkan agar bisa menjaga diri dengan menerapkan prokes 5 M agar kasus ini bisa ditekan,” pungkasnya. rgb

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *