Lansia Diduga Kurang Gizi Meninggal di Barak

  • Bagikan
MENINGGAL- Jasad pria tua yang ditemukan meninggal di dalam barak, dievakuasi petugas Polres Katingan bersama tenaga kesehatan Puskesmas Kereng Pangi. TABENGAN/SUSENO

KASONGAN/TABENGAN.COM- Hidup sebatang kara, seorang pria lanjut usia (lansia) bernama Tarto (61) warga Desa Hampalit, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan ditemukan meninggal dunia di dalam barak atau kos tempat tinggalnya.

Laki-laki tua tersebut meninggal diduga akibat menderita anemia dan malnutrisi atau kekurangan gizi. Sedangkan dari pemeriksaan pihak kesehatan, korban tidak ada memiliki tanda-tanda terpapar Covid-19.

Kapolres Katingan AKBP Andri Siswan Ansyah SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Adhy Heriyanto membenarkan adanya peritiwa penemuan mayat seorang laki-laki tua pada Jumat (2/7) pukul 08.20 WIB, di dalam barak Jalan Hatampung RT 29 Desa Hampalit, Kecamatan Katingan Hili.

“Dari keterangan saksi Abdul Syukur, pada saat itu menjenguk korban di baraknya, namun saksi mendapati pintu barak tidak terkunci, kemudian saksi langsung masuk ke dalam barak dan menemukan korban sudah terbujur kaku dalam keadaan tidak bernyawa lagi,” kata Adhy, Jumat.

Menurut Adhy, korban diketahui bernama Tarto. Setelah anggota Polres Katingan melakukan olah TKP dari Unit Identifikasi bersama dengan petugas kesehatan dari Puskesmas Kereng Pangi dengan mengikuti protokol kesehatan Covid-19 terhadap korban, hasilnya tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

Dijelaskan, dari keterangan salah satu tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas Kereng Pangi, korban beberapa hari sebelumnya ada memeriksakan diri dengan keluhan sakit. Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata korban menderita anemia dan malnutrisi atau kekurangan gizi.

“Korban saat itu disarankan oleh petugas kesehatan Kereng Pangi untuk rawat inap di rumah sakit, namun korban menjawab tidak mempunyai keluarga, sehingga korban langsung pulang. Sedangkan dari keterangan warga sekitar barak tersebut yang ditempati oleh korban baru 4 bulan, korban terlihat sering sakit-sakitan,” ungkap Adhy.

Setelah olah TKP dan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan, kata Adhy, jasad korban kemudian diurus oleh pihak Desa Hampalit hingga pemakaman. c-sus

  • Bagikan

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *