COVID-19 DI KALTENG -4 Hari, 39 Meninggal  

  • Bagikan
Ketua Cabang Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Provinsi Kalteng Rini Fortina SKM MKes

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Tidak hanya kasus positif yang terus melonjak, kasus kematian positif Covid-19 pun mengalami peningkatan drastis. Berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanggulangan Covid-19 Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), 1-4 Juli 2021 sudah 39 kasus.

Ketua Cabang Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Provinsi Kalteng Rini Fortina SKM MKes menyampaikan, kasus kematian positif Covid-19 di Kalteng mengalami kenaikan. Dari hitungan mereka terjadi kenaikan sekitar 10 persen. Beberapa penyebabnya, antara lain pasien yang datang ke rumah sakit mungkin sudah dalam kondisi sesak napas.

“Prediksi kami, kondisi seperti ini akan minimal 3 minggu ke depan, tergantung masing-masing daerahnya. Mestinya kalau penerapan teknik pengendalian harus sama, jadi start dan end sama. Kalau beda-beda, ya kurang tepat, soalnya terkait  masyarakat yang bepergian ke mana-mana. Virus dibawa oleh manusia. Jadilah muter-muter bolak balik. Teorinya sih begitu,” kata Rini, Minggu (4/7/2021).

Selain kasus kematian yang terus meningkat, kasus baru terpapar juga terus meningkat, terhitung 1-4 Juli nyaris tembus angka seribu. Dalam kurun waktu 4 hari ini sebanyak 978 kasus baru, sembuh 416 orang. Dari hasil analisis, kalau dilihat dari ciri-ciri kecepatan dan individu yang terkena, kelihatannya varian baru, namun untuk mendiagnosis pasti, harus lewat uji laboratorium. Varian Delta ini dinilai lebih ganas dari virus asalnya.

Menurut Rini, PPKM Mikro harus kuat dan memblokade area-area infeksi berat. Kalau dilihat tren saat ini belum akan berhenti karena gabungan dari semua indikator menunjukkan Kalteng dalam kondisi yang cenderung memburuk dari analisa data epidemiologi harian perkembangan Covid-19 di Kalteng, 28 Juni hingga 2 Juli 2021.

Persentase kematian meningkat setiap  hari. Di sisi lain penurunan kesembuhan setiap hari, range 0,2 hingga 1,2 persen. Perawatan meningkat konsisten 0,3 sampai 0,5 persen setiap hari. Sedangkan untuk laju penularan 5 hari terakhir, Kabupaten Lamandau masih tertinggi 7,0. Semua indikator utama menunjukkan status kesehatan di Kalteng pada hari ke-5 minggu ini masih buruk.

Sebab itu, saat ini pemerintah sudah menyiapkan antisipasi kedaruratan dalam peningkatan kapasitas pelayanan kesehatan termasuk tempat tidur, oksigen, alat bantu napas dan sarana pemakaman. Selain itu, juga meningkatkan kontak tracing dan testing dalam jumlah banyak untuk menemukan kasus dini di masyarakat, agar cepat bisa diobati sehingga jumlah kasus akan menurun dan kematian dapat berkurang.

Penerapan regulasi yang tegas kepada semua pihak untuk mengurangi kecepatan penularan serta mempercepat vaksinasi. Rini merekomendasikan sejak saat ini minimal sampai 3 minggu ke depan, adanya kerja sama yang tinggi dari semua pihak masyarakat, pelaku usaha dan pemerintah. Ini dilakukan agar tindakan pengendalian penyakit ini dapat berjalan dengan baik dan lancar. yml

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *