PESAN AHLI EPIDEMIOLOGI- Jangan Keluar Rumah Kalau Tidak Penting

  • Bagikan
Ketua Cabang Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Provinsi Kalteng Rini Fortina SKM MKes

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – enularan virus Corona di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus bertambah, baik angka kesakitan maupun kematian. Berdasarkan data Satgas Covid-19 Kalteng, 2 hari ini terjadi lonjakan yang cukup signifikan. Kamis (1/7), penambahan 256  kasus baru, meninggal 9 orang dan sembuh 82 orang. Sehari kemudian, tepatnya Jumat (2/7), bertambah 210 kasus baru, meninggal 10 orang dan sembuh 83 orang. Dan pada Jumat (2/7), Covid-19 kembali mencapai jumlah cukup tinggi, yakni 210 kasus dengan kesembuhan 83 orang dan meninggal 10 orang

Ketua Cabang Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Provinsi Kalteng Rini Fortina SKM MKes mengemukakan, melihat penambahan kasus penularan dan kematian dalam 2 hari berturut-turut, merupakan angka yang tinggi dan buruk. Perlu dilihat lagi lama rawatnya di rumah sakit, karena jika terlambat datang, maka terlihat rawatnya kurang dari 5 hari.

“Testing masal dan blokade wilayah-wilayah per PPKM Mikro itu. Semua Satgas PPKM kan sudah siap. Hanya harus tegas dengan masyarakat supaya yang  positif tidak pergi ke mana-mana. Jika lengah dan lambat, maka kematian akan lebih banyak dan rumah sakit akan kewalahan,” kata Rini, Jumat (2/7).

Dari data yang ada, kasus baru didominasi lebih banyak transmisi lokal dibandingkan pelaku perjalanan sekarang. Indikasi penularan cepat sekali di masyarakat sampai ke lapisan terkecil. Ini  merupakan salah satu indikasi varian baru dengan semakin banyaknya usia muda yang terlena dan abai serta anak-anak di bawah usia 10 tahun karena belum vaksinasi.

Situasi saat ini, masyarakat diminta jangan dulu keluar rumah. Tapi, ia melihat masih ada aktivitas demo. Ia merasa heran masih banyak yang tidak peka terhadap situasi sekarang. Sementara, perlu pengawasan terhadap masyarakat yang melakukan isolasi mandiri di rumah, mulai dari RT, RW, kepala desa atau lurah. Jalur koordinasi dan jalur komunikasi secara regulasi sudah ada.

Ahli epidemiologi menyarankan, sebaiknya semua Satgas baik itu di provinsi, kabupaten/kota selalu update evaluasi pelaksanaan PPKM mikro di wilayahnya masing-masing. Jadi, ketika ada yang kesulitan bisa saling berkomunikasi dan duduk bersama saling membantu.

Kendati demikian, masih ada harapan dan optimisme dari ahli epidemiologi bahwa situasi saat ini bisa dikendalikan dengan melihat antusiasme masyarakat divaksin hari ini (Jumat). Antusiasme ini membuat kaget karena banyak sekali minggu ini. Tiga kali lipat sebelum rilis data 1 Juli.

“Melihat itu kita yakin bahwa pengendalian di Palangka Raya bisa lebih cepat. Mungkin minggu-minggu ini banyak hasil dari 2 minggu yang lalu. Tapi 2 minggu ke depan  semoga kasusnya menurun dengan cepat karena ada dukungan pemerintah melalui regulasi, PPKM Mikro, vaksin dan lain-lain, sepertinya semua mau bekerja sama,” imbuh Rini. yml

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *