Waspada Varian Delta Ada di Tengah Masyarakat

  • Bagikan
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng dr Suyuti Syamsul MPPM  

*Terungkap Penyebab Penularan di Kalteng Meroket

PALANGKA RAYA- Penambahan kasus positif virus Corona di Kalimantan Tengah (Kalteng) makin hari makin meningkat. Bahkan, pada Kamis (1/7), penambahan kasus baru mencapai 256 kasus dan meninggal 9 orang. Meskipun yang sembuh 165 orang,  namun jumlah penambahan ini menjadi rekor tertinggi semenjak Covid-19 mewabah di Kalteng Maret 2020. Kendati demikian pada Jumat (2/7), Covid-19 kembali mencapai jumlah cukup tinggi, yakni 210 kasus dengan kesembuhan 83 orang dan meninggal 10 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng dr Suyuti Syamsul MPPM menyampaikan, kasus positif semakin banyak karena masyarakat abai terhadap protokol kesehatan. Kalau mau kasus berkurang, hal yang harus dilakukan semua orang menaati dan mengikuti protokol kesehatan dengan benar.

“Sebetulnya, kuncinya itu di protokol kesehatan. Apa yang dituai saat ini karena protokol kesehatan tidak berjalan dengan bagus, itu yang terjadi, sehingga kalau mau kembali lagi turun, kuncinya protokol kesehatan,” kata Suyuti, Jumat (2/7).

Upaya pemerintah berupa imbauan, tidak mungkin memenjarakan orang yang tidak memakai masker. Maksimal hanya mengimbau masyarakat, semuanya  terpulang pada kerja sama yang baik. Pemerintah tanggung jawabnya melakukan pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracing) dan perawatan (treatment), masyarakat mempunyai tanggung jawab mematuhi protokol kesehatan.

Menurut Suyuti, kalau itu sudah berjalan dengan baik, baru bisa kembali menurunkan angka penularan kasus. Alternatif lain sebagai upaya dari pemerintah dengan vaksinasi, namun itu tidak bisa diandalkan. Tetap sementara protokol kesehatan menjadi yang utama.

Virus Corona dipindahkan melalui interaksi antar-manusia, maka itulah alasannya interaksi dibatasi. Kalau ada kenaikan pasti masalahnya karena interaksi manusia yang semakin tinggi. Protokol kesehatan tidak dilaksanakan dengan baik, makin banyak orang yang kumpul-kumpul dan perjalanan semakin bebas.

Selain itu, lanjut Suyuti, kasus semakin banyak karena varian Delta yang lebih cepat menular ada di tengah masyarakat. Kalau saat ini yang peningkatannya cukup tinggi Palangka Raya, Kotim, Kobar karena daerah yang aktivitas manusianya memang paling tinggi.

Agar bisa kembali terkendali, tidak ada jalan lain kecuali penerapan protokol kesehatan dengan ketat, pembatasan aktivitas masyarakat, perbanyak testing, tingkatkan tracing. Sampai saat ini formula pencegahan tetap tidak berubah, pencegahan penularan masih sangat efektif.

Sementara itu, vaksinasi sudah berjalan dengan baik. Kondisi saat ini vaksin di pusat terbatas jumlahnya maka pengiriman ke daerah juga terbatas. Capaian vaksinasi terhadap populasi tahap I di Kalteng sudah hampir 90 persen, sementara targetnya 70 persen dari pusat.

Masih menurut Suyuti, daerah yang vaksinnya menipis cukup membingungkan, standar persediaan menipis itu tidak jelas. Hasil pengecekan Jumat (2/6), persediaan vaksin paling rendah di daerah 4 ribu dosis. Kalau kecepatannya 200 vaksin sehari, berarti masih tersisa banyak kurang lebih 20 hari baru bisa habis.

Kecepatan vaksinasi saat ini di Provinsi Kalteng rata-rata di atas 10 ribu perhari, stok vaksin di 13 kabupaten 1 kota jika digabungkan masih 60 ribu dosis, berarti 6 hari baru habis. Sementara ini belum diketahui kapan vaksin dikirim lagi dari pusat. yml

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *