Dewan Terima Banyak Usulan dan Aspirasi dari Seruyan

20

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Ada sejumlah aspirasi yang menjadi catatan kalangan DPRD provinsi ketika melaksanakan reses ke wilayah Seruyan.

Menurut juru bicara Dapil II yang meliputi Kotim dan Seruyan Syahrudin Durasid, ada beberapa lini yang menjadi perhatian sebut saja soal penyelesaian jalan, yang menjadi kewenangan provinsi.

“Karena adanya desa-desa yang terisolir agar penyelesaiannya mohon dipercepat dalam upaya pelepasan kawasan di Seruyan Tambul, Hulu, dan Tengah,” ujarnya di sela-sela rapat kerja belum lama ini. Pasalnya hingga saat ini jalan itu belum terselesaikan. Ada juga usulan percepatan pelaksanaan pelabuhan Sigintung agar tahun depan bisa dioperasionalkan.

Lalu diharapkan juga jaringan telekomunikasi di pedesaan agar secara keseluruhan bisa terkoneksi. Ironisnya masih ada desa-desa yang belum memiliki jaringan itu, sehingga berpotensi membuat wilayah yang ada terisolir. Lalu beralih ke Kecamatan Seruyan Raya, Kasi PMD menyampaikan ada lima desa, yang memerlukan perhatian serius. Tentunya terkait infrastruktur, pendidikan, perkebunan, dan pertanian.

Kelima desa itu sebut saja Tabiku, Bangkal, Lampasa, dan Serunuk. Lalu Kadesnya juga bermohon bantuan untuk ternak ayam/sapi dikarenakan tersedia lahan yang luas. Sementara nelayannya sangat kesulitan mencari ikan, karena sungai yang tercemar eceng gondok.

Anggota Komisi B itu juga menyebutkan ada juga usulan dari bidang keagamaan seperti tokoh agama Lukman Nur Hakim yang menyampaikan untuk membuat pagar masjid.

“Sampai saat ini belum ada bantuan dari pemerintah, dan mereka hanya menggunakan dana swadaya atau bantuan dari perusahaan,” ujarnya.

Ada juga usulan pendirian gereja di Kecamatan Seruyan Raya yang saat ini lahannya sudah tersedia. Diharapkan juga usulan bantuan alat untuk mencangkul semacam jonder yang sampai saat ini belum ada realisasinya. Syahrudin juga mengatakan pihaknya juga menerima saran dari kalangan Pemkab setempat.

Sebut saja Bupati Seruyan melalui Sekdanya menyarankan agar pembangunan jalan dari Simpang Bangkal bisa dimulai dari Kuala Pembuang.

“Pasalnya di Bangkal pembangunannya kurang efekif, mengingat kawasan itu kerap dilewati banyak kendaraan berat,” tegasnya.

Sementara itu ada juga beberapa aspirasi yang berasal dari wilayah Kotim. Sebut saja soal bagaimana menyikapi penyelesaian dan menekan, angka kemiskinan di Kotim. Di 2016 angka kemiskinan mencapai 6,23 persen yang melingkupi masyarakat miskin yaitu nelayan dan petani.

Pihaknya bermohon soal solusi pemerintah, terkait harga karet dan rotan.
Tentunya mengharapkan menaikan harga dua komoditas itu dalam upaya meningkatkan taraf perekonomian masyarakat.

Lalu ada juga usulan perbaikan jalan dari Bagendang sampai ke Seruyan, yang sudah mulai rusak serta berlubang. Pasalnya hingga saat ini ruas itu, masih dilalui oleh kendaraan berkapasitas besar. drn

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.