Pecah Rekor, Sehari 256 Kasus Covid-19 di Kalteng

  • Bagikan
Ketua Cabang Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Provinsi Kalteng Rini Fortina SKM MKes dan Update Kasus Covid-19 di Kalteng

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Penularan virus Corona di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kian mengkhawatirkan. Penambahan jumlah kasus baru terus meningkat, bahkan berdasarkan data yang dirilis Satgas Covid-19 Kalteng, penambahan kasus baru pada Kamis (1/7/2021), memecahkan rekor. Dalam sehari bertambah 256 kasus, sementara yang meninggal 9 orang.

Ketua Cabang Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Provinsi Kalteng Rini Fortina SKM MKes menyampaikan, penambahan kasus baru kecenderungan semakin meningkat dan pada kondisi peringatan, sebaiknya semua kepala daerah sudah menyiapkan rencana antisipasi kedaruratan.

“Sebaiknya pemerintah daerah siapkan plan A dan plan B sebagai antisipasi kedaruratan. Epidemiolog hanya membaca warning, bahaya dan menyampaikan secara ilmiah kepada pemerintah. Dibutuhkan pengertian yang dalam supaya jangan sampai jatuh kasus dan mati terus kolaps baru nyesal. Mungkin orang nilai epidemiolog berlebihan, tapi ini faktanya,” kata Rini.

Menurut Rini, perlu pengertian dari semua pihak, masyarakat, pemimpin daerah dan media dalam menyikapi tingginya kasus penularan, sehingga  dapat saling bekerja sama melakukan pencegahan, karena itu lebih baik dari pada pengobatan.

Apabila terus bertambahnya kasus ini tidak segera diantisipasi dengan berbagai upaya pencegahan, maka bukan tidak mungkin bakal mengarah seperti di Jawa dan Bali. Kalau bisa, dikendalikan dari minggu ini. Namun, Rini mengharapkan Kalteng jangan sampai seperti di Jawa dan Bali. Tetapi kalau lengah kemungkinan kasus bisa naik minimal 10 persen per hari dari jumlah kasus minggu lalu.

Sebagai ahli epidemiologi, salah satu upaya yang sudah dilakukan pemerintah dengan pembatasan orang masuk Kalteng dengan cara mengeluarkan Surat Edaran Gubernur. Itu salah satu tindakan pengendalian memaksa orang untuk tinggal di rumah karena lockdown nasional tidak dapat dilaksanakan dan PPKM ketat darurat juga tidak bisa. Untuk itu, perlu rencana pencegahan yang baik.

“Kalau untuk pencegahan sudah bagus sekali. Di mana-mana kan ada media seperti tempat cuci tangan. Kesiapan rumah sakit rujukan sudah siap di kota besarnya. Pelaksanaan di kota bagus. Tapi gak tau kalo di daerah seperti apa lagi. Antisipasi plan kedaruratan di otoritas kesehatan di semua kabupaten/kota mungkin perlu dievaluasi,” imbuh Rini.

Menyikapi semakin tingginya penambahan kasus baru, maka sebagai epidemilog, Rini menyarankan seharusnya rencana bagaimana yang bisa dilakukan dan berpacu dengan waktu. Protokol kesehatan  3M, perkuat  3T dan kebut vaksinasi.

PAEI mendorong peningkatan kapasitas pelayanan dan perawatan semua rumah sakit, klinik, Puskesmas dan laboratorium. Kemudian melakukan testing massal karena kejar-kejaran sama virusnya. yml

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *