KALTENG ZONA MERAH NASIONAL – Penularan Covid-19 Meningkat di Kabupaten/Kota

  • Bagikan
ILUSTRASI/NET

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Penularan virus Corona di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) beberapa hari terakhir ini mengalami peningkatan. Bahkan, data nasional per 27 Juni 2021, Kota Palangka Raya masuk dalam daftar 60 daerah zona merah atau berisiko tinggi infeksi Covid-19.

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Rini Fortina SKM MKes menyampaikan, kecepatan penularan harian mengalami peningkatan. Laju penularan per 100.000 penduduk di Provinsi Kalteng menunjukkan kenaikan 0,6 persen.  Tercepat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kobar) dan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

“Kasus baru hari kedua minggu ke-70 ini adalah 9,3 per 100.000 penduduk. Artinya dalam setiap 100.000 orang, kecepatan terjadinya sakit 9 sampai 10 orang tertular positif virus Corona,” kata Rini, Rabu (30/6).

Hasil analisis ahli epidemiologi ada beberapa indikasi yang menjadi faktor penyebab kasus penularan virus Corona di Kalteng mengalami peningkatan. Pertama, sejak rilis varian baru Delta yang masuk ke Kota Palangka Raya dan Kabupaten Gunung Mas, dicurigai virus itu sudah menyebar ke seluruh kabupaten/kota di Kalteng.

Kedua, orang usia muda belum vaksin dengan latar belakang orang muda lebih aktif, sehingga mobilitas mereka mempercepat pertumbuhan kasus. Ketiga, mulai melonggarnya bahkan abai penerapan protokol kesehatan. Keempat, meningkatnya aktivitas pelaku perjalanan, dan kelima semakin tingginya tingkat virulensi virus.

Saat ini Provinsi Kalteng termasuk daerah yang memiliki risiko tinggi penularan virus Corona, sesuai dengan data dari pusat masuk zona merah. Perlu ada strategi untuk menahan laju penularan baru harian. Penerapan protokol kesehatan 5M perlu diperketat karena masih ampuh untuk pencegahan.

“Masih awal, makanya langsung blok dulu supaya tidak meluas dan kolaps. Hanya minta waktu 14 hari saja. Setiap hari kita evaluasi, memberi kesempatan kasus sembuh dan menahan laju penularan baru harian,” imbuh Rini.

Di Kalteng, lanjut Rini, jumlah pertambahan kasus mengalami kenaikan selama 2 bulan terakhir. Hal ini berbanding terbalik dengan jumlah pasien yang sembuh. Juni 2021, jumlah kasus mengalami penambahan sebanyak 2.835 kasus, dengan jumlah pasien sembuh 2.406. Jumlah penambahan ini lebih tinggi dibandingkan April yang berjumlah 2.801 dan Mei 2.478.

“Peningkatan kasus Covid-19 di Kalteng meningkat 35,7 persen dari minggu sebelumnya, atau secara rata-rata, setiap hari ada 133 kasus baru. Meningkatnya kasus baru, juga seiring dengan meningkatnya angka kematian. Setiap pekan selama Juni ada belasan kasus meninggal dunia. Pada pekan pertama terjadi 17 kasus, pekan kedua dan ketiga 16 kasus, dan pekan keempat 20 kasus,” kata Rini.

Berdasarkan data tersebut, kata Rini, rata-rata 3 orang meninggal setiap harinya. Dampak dari meningkatnya angka terpapar Covid-19 tersebut, sejumlah daerah mengalami kenaikan perawatan. Ada 7 daerah di Kalteng yang mengalami kenaikan perawatan, yakni Kabupaten Katingan, Kabupaten Kapuas, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Seruyan, Kabupaten Barito Selatan, Kabupaten Gunung Mas, dan Kabupaten Lamandau.

Meskipun jumlah kasus meningkat, ujar Rini, namun apresiasi diberikan kepada para tenaga medis yang berjuang memberikan kesembuhan bagi para penderita Covid-19. Sekarang ini, rata-rata terjadi 82 kesembuhan setiap harinya, atau meningkat sebesar 20 persen. Beberapa hal inilah yang patut diwaspadai, di samping hal lain berupa laju penularan, jumlah testing, mortality rate. yml/ded

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *