Waspada Varian Baru Corona di Kalteng

  • Bagikan
Ketua Cabang Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Kalimantan Tengah Rini Fortina SKM, MKes

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COMVirus Corona B.1617.2, varian baru Covid-19 kini dikenal dengan sebutan varian Delta yang awalnya ditemukan di India sudah menyebar ke hampir seluruh dunia. Varian tersebut juga ditemukan di beberapa provinsi di Indonesia, termasuk di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Ahli epidemiologi Rini Fortina SKM MKes meminta semua pihak untuk tidak meremehkan varian baru virus Corona. Varian baru virus Corona dikategorikan sebagai variant of concern (VoC), yang artinya diwaspadai. Salah satu alasannya adalah diduga punya kemampuan menular lebih cepat. Namun, karena gejalanya hampir sama dengan flu biasa, maka membuat masyarakat itu bisa abai.

“Tak hanya lebih cepat menular, gejala yang ditimbulkan oleh varian Delta ini memiliki perbedaan dengan gejala dari virus SARS-CoV-2 lain yang diketahui. Satu kasus bisa bermultiplikasi,” kata Rini, Senin (21/6).

Ketua Cabang Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Provinsi Kalteng ini menyarankan, satu-satunya cara dan strategi utama sebagai jalur yang harus ditempuh saat ini, kalau ada gejala flu sekecil apa pun segera lakukan tindakan isolasi mandiri, menjalani karantina di rumah, kemudian memeriksakan diri ke pelayanan fasilitas kesehatan,.

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, di Kalteng ada 3 kasus, 1 di Kabupaten Gunung Mas dan 2 kasus lagi di Kota Palangka Raya, dan semuanya sudah sembuh. Hingga saat ini belum ada penambahan kasus berdasarkan data dari otoritas kesehatan dalam hal ini Kemenkes.

Peran masyarakat, pemerintah  dan vaksinasi, ketiganya harus berjalan beriringan. Dari masyarakat menjalankan protokol kesehatan (prokes) 5M, memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan serta membatasi mobilisasi dan interaksi, dari pemerintah melakukan testing, tracing dan treatment (3T).

Aksi 3T ini hendaknya dilakukan oleh otoritas terkait untuk melakukan pengujian, pelacakan, kemudian tindakan perawatan kepada orang yang terpapar virus tersebut. Setelah 5M dan 3T diperkuat selanjutnya didukung dengan vaksinasi dengan capaian kurang lebih 70-71 persen.

Menurut Rini, kalau ketiganya timpang, hanya jalan salah satunya, maka penyebaran virus terjadi  dengan cepat, apalagi varian baru penularannya sangat cepat. Kemudian juga sekarang lebih banyak orang muda untuk saat ini terinfeksi, kemungkin karena vaksinasi belum menyasar ke orang muda, informasinya Juli ini baru menerapkan vaksinasi dengan sasaran orang muda.

Sementara itu kasus Covid-19 di Kalteng mengalami penurunan seminggu terakhir ini. Dari pengamatan epidemiologi terjadi penurunan 10 persen minggu ini dibandingkan dengan minggu sebelumnya. Kasus kematin juga menurun, namun belum aman. Tapi jumlah kasus lama menjalani perawatan ada peningkatan. yml

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *