Wabup Kotim Adu Mulut dengan Bos Miras

  • Bagikan
PENEGAKAN PERDA  - Penggerebekan penjual Miras yang dilakukan Pemkab Kotim yang dipimpin Wabup Kotim Irawati, Rabu (16/6) sekitar pukul 19.00 WIB. ISTIMEWA

SAMPIT/TABENGAN.COM-Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati tak pandang bulu dalam upaya memberantas peredaran penjualan minuman keras (miras) terutama di Kota Sampit.

Kali ini kembali Irawati bersama petugas Pemkab Kotim, mendatangi salah satu toko penjualan miras yang cukup besar di Kota Sampit yang berlokasi di Jalan Tjilik Riwut Sampit atau berdekatan dengan Stadion 29 November pada Rabu (16/6/2021) sekitar pukul 19.00 WIB.

Toko tersebut memang beberapa kali dikeluhkan warga Sampit, karena dikenal menjual miras tanpa ijin. Keluhan itu pun kerap disampaikan warga di media sosial pribadi milik Irawati.

Ketika mendatangi lokasi yang diamankan dengan pintu besi dan serba tertutup itu, Irawati memergoki salah satu pembeli yang diduga telah membeli miras di tempat itu. Melalui jendela kecil yang terbuka, Irawati langsung berbicara dengan pria yang diduga pemilik toko dan juga seorang wanita yang kebetulan saat itu berada ditempat.

Ketika di lokasi, Irawati dengan baik dan sopan menanyakan kepada pria, apakah tempat itu ada menjual arak. Dan Irawati kaget ketika melihat berdus-dus minuman keras yang ada di dalam toko tersebut.

“Jualan arak ya koh? Memangnya ada ijinnya ya koh, coba saya lihat ijinnya pak,” tanya Irawati sopan.

Namun ketika menanyakan hal tersebut, pria di dalam toko langsung hendak menutup jendela yang ada, sehingga sempat terjadi dorong-dorongan antar Irawati dan pria tersebut.

Bahkan, pria tersebut sempat adu mulut dan berteriak kepada Irawati. Dengan menyebut Irawati telah merusak tempatnya. Pria tersebut juga menyebut bahwa Irawati seorang pejabat yang arogan.

“Bapak sudah berjualan ini, ini sudah merusak generasi muda. Saya tanya bapak punya ijin tidak, lagian bapak ini salah karena membangun di atas tanah saya (pemerintah) di atas drainase,” ujar Irawati dengan nada tinggi.

“Bapak sudah terima uang Rp10 juta, kenapa membangun lagi,” tanya petugas. Jawab pria itu, tetap berkeras pembayaran itu bangunan sebelah sana, dan ini untuk sementara aja saja.

Pria tersebut juga ngotot, bahwa Irawati telah merusak bangunannya. Namun Irawati menegaskan bahwa pria itu salah menjual miras tanpa izin.Pria tersebut menyatakan, bahwa dirinya sudah meminta izin namun tidak pernah diberikan izin.

Pria tersebut terus-terusan mendebat Irawati dan juga menyebut, bahwa Irawati yang salah karena telah merusak bangunannya. Berapa kali pria tersebut juga menyatakan kalimat yang nada mengancam dengan menyebut kasus di Polda.

“Bapak jangan mengancam saya. Saya tidak merusak, saya hanya melepas. Dan untuk ijin, tidak mungkin pemerintah mengijinkan untuk jualan seperti ini,” terang Irawati.

Irawati menegaskan, bahwa memang tidak boleh menjual minuman, karena minuman keras merusak moral dan anak bangsa! Bapak ada izin tidak jual minuman, dan dijawab pria itu “tidak ada urusan”.

Meski sempat beradu mulut, nyali Irawati tidak gentar. Bahkan dirinya langsung menyatakan akan mengeksekusi bangunan itu dengan menyurati pengadilan. Terlebih bangunan didirikan di atas drainase.

Kejadian ini diunggah dilaman FB Irawatie dan mendapat banyak dukungan oleh warga Sampit.tim

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *