Festival TABBE Segera Digelar

  • Bagikan
JUMPA PERS - Ketua DPW IHB Kalteng Thoeseng TT Asang bersama Ketua Panitia Festival TABBE Syafrudin Pasaribu, Sekretaris Panitia Festival TABBE Ytro Simon, Ketua Harian IHB Kalteng Ingkit Djaper, dan jajaran pengurus DPW IHB Kalteng menggelar jumpa pers terkait  persiapan pelaksanaan Festival TABBE pada Agustus 2021, di Palangka Raya, Senin (14/6). TABENGAN/DEDY

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Dewan Pimpinan Wilayah Indonesia Hebat Bersatu Kalimantan Tengah (DPW IHB Kalteng) bekerja sama dengan Dewan Kebudayaan dan Kesenian Kalteng mempersiapkan sejumlah agenda yang akan dilaksanakan pada 2021. Di antaranya, Festival Tarung Budaya Betang (TABBE) dan Focus Group Discussion (FGD) dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemantapan Inovasi Aksi.

Ketua DPW IHB Kalteng Thoeseng TT Asang menyampaikan, IHB Kalteng lebih kepada memprakarsai kedua kegiatan tersebut.  Ada yang sudah dilaksanakan pada 2020 lalu, dan kembali dilaksanakan pada tahun ini dengan beberapa agenda tambahan.

“Pada 2020 hanya dilaksanakan lomba grup band dan lomba karya tulis ilmiah. Sedangkan tahun ini ada tambahan berupa parade benda pusaka, lomba musik etnik dayak Kalteng, dan terakhir 9 balls turnamen. Total ada 5 lomba yang dilaksanakan nantinya bersama dengan grup band dan karya ilmiah. Apa yang dilaksanakan ini semata untuk memajukan dan semakin memperkenalkan budaya yang ada di Kalteng,” kata Thoeseng, saat menyampaikan agenda IHB, di Palangka Raya, Senin (14/6).

Sementara itu, Ketua Panitia Festival TABBE Syafrudin Pasaribu menjelaskan, agenda Festival TABBE terdiri dari 5 jenis lomba. Pemerintah provinsi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng sudah menawarkan 2 tempat untuk lokasi kegiatan lomba, yakni UPT Taman Budaya Kalteng dan UPT Museum Balanga Kalteng. Sedangkan lokasinya masih belum ditentukan.

Terpisah, Sekretaris Panitia Festival TABBE Yetro Simon, menyampaikan, tujuan dari dilaksanakan Festival TABBE ini salah satunya untuk memperdalam pengenalan akan budaya dan sejarah Kalteng kepada generasi penerus.

Selama ini, para generasi muda memang tahu apa yang menjadi khas Kalteng, tapi belum tentu mereka memahami makna sesungguhnya dari apa yang dipamerkan tersebut.

“Kita sudah menyampaikan undangan kepada pihak sekolah untuk dapat berpartisipasi, dan hadir pada kegiatan yang dilaksanakan. Kehadiran para anak didik ini, semakin menambah pengetahuan, dan memperdalamnya, sehingga semakin mencintai adat, budaya, dan seni Kalteng,” kata Yetro. ded

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *