Penjual Pentol Gerebek Istrinya Berdua dengan PIL

  • Bagikan
DUGAAN PERSELINGKUHAN - Gerebek, Seorang suami saat mengrebek istrinya dengan pria lain sedang berdua di dalam rumah mereka yang diduga sedang berselingkuh. ISTIMEWA

DUGAAN PERSELINGKUHAN – Gerebek, Seorang suami saat mengrebek istrinya dengan pria lain sedang berdua didalam rumah mereka yang diduga sedang berselingkuh.ISTIMEWA

KASONGAN/TABENGAN.COM-Diduga berselingkuh atau memiliki pria idaman lain (PIL), seorang suami yang diketahui kesehariannya sebagai penjual pentol bakso keliling menggerebek istrinya sedang berduaan di dalam kamar rumahnya.

Kapolres Katingan AKBP Andri Siswan Ansyah melalui Kapolsek Katingan Hilir Iptu Eko Priono, membenarkan adanya laporan dari WHD (27) suami dari DNA (24) warga Kasongan Kecamatan Katingan Hilir tentang dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh DNA.

“Kejadiannya terjadi pada Minggu (13/6) sekitar pukul 01.00 WIB, dimana saat pulang bekerja, WHD kebetulan melintas di depan rumah dan melihat sepeda motor parkir di halaman rumah mereka. Merasa curiga, WHD mengajak dua orang warga sekitar untuk mendobrak rumah istrinya dan mendapati sang istri sedang berduaan dengan laki-laki lain berisial SMR (26),” tutur Iptu Eko Senin (14/6)

Menurut Eko, tidak terima dengan kejadian tersebut WHD langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Katingan Hilir. Setelah menerima laporan tersebut anggota Polsek Katingan Hilir langsung mendatangi TKP dan memerintahkan WHD, DNA dan SMR untuk datang ke Mapolsek Katingan Hilir untuk dimintai keterangan.

Lanjut Eko, mengingat permasalahan tersebut masih dugaan, sehingga anggota segera melakukan mediasi agar permasalahan tersebut tidak berkepanjangan.

“Sebelumnya pada hari Selasa (8/6) DNA mengusir WHD dari rumah setelah sempat bertengkar hebat, sejak saat itu keduanya tidak lagi tinggal di satu rumah,” ungkap Eko.

Dikatakan Eko dari hasil mediasi, WHD mengurungkan niatnya untuk melanjutkan perkara tersebut ke jalur hokum, lantaran anak dari pernikahannya masih balita dan memerlukan kasih sayang seorang ibu.

Menurut Eko kejadian tersebut masih dugaan ditambah lagi dugaan tersebut merupakan delik aduan yang berarti perkara dapat ditangani jika ada laporan, maka terlebih dahulu dilakukan mediasi.

“Meskipun pelapor tidak ingin menyelesaikan permasalahan ke jalur hukum, namun WHD  tetap akan membawa permasalahan rumah tangganya ke jalur adat,” jelas Eko.c-sus

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *