Vaksin Ketiga Masih Dianalisis

  • Bagikan
ILUSTRASI/NET

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM Dikutip dari berbagai sumber, CEO produsen vaksin Sinovac, Yin Widong mengatakan, pihaknya sedang mengkaji pemberian suntikan ketiga vaksin CoronaVac buat meningkatkan waktu perlindungan seseorang terhadap SARS Cov-2. Sejauh ini 1 orang direkomendasikan disuntik 2 kali dosis vaksin CoronaVac.

Kepala Dinkes Kalteng dr Suyuti Syamsul

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dr Suyuti Syamsul menyampaikan, sampai saat ini belum ada instruksi terkait setiap orang mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 Sinovac sebanyak 3 kali. Sebagai pelaksana di daerah mereka menunggu instruksi resmi dari pusat, sementara ini hanya 2 kali suntikan.

“Kalau ini kebijakan, kami siap jalankan. Kami ini hanya pelaksana, kalau sudah ada perintah resminya kami laksanakan karena belum ada perintah resmi sementara kami tetap 2 dosis dulu,” kata Suyuti, Jumat (11/6/2021).

Sementara itu, antusiasme untuk vaksinasi di Kalteng semakin tinggi. Hal ini terbukti dengan dengan kecepatan vaksinasi yang ada saat ini. Kecepatan vaksinasi kini bisa mencapai 16 ribu dosis per hari untuk mengejar target pembentukan imun masyaraat secara massal.

Kecepatan vaksinasi di Kalteng menyebabkan stok terus berkurang. Untuk itu sudah mengajukan permintaan vaksin ke Kemeterian Kesehatan (Kemenkes). Respons cepat pihak Kemenkes dengan mengirimkan 30 ribu dosis vaksin Sinovac ke Kalteng pada Jumat.

Dikutip dari CNBC Indonesia, sebenarnya pernah diutarakan perusahaan pembuat vaksin asal China Coronavac, Sinovac, entitas itu mengatakan tengah membuat penelitian kemungkinan suntikan vaksin dosis ketiga untuk memperkuat efikasi vaksin.

“Kami sekarang menganalisa data tingkat perlindungan setelah 6 bulan, termasuk melakukan eksperimen dalam memberikan suntikan ketiga pada penerima untuk melihat apakah ada peningkatan proteksi lebih tinggi. Beberapa hasilnya diharapkan akan segera keluar,” kata CEO Sinovac, Yin Weidong.

Dalam sebuah studi di Chile oleh University of Chile dilaporkan bahwa vaksin Sinovac hanya 56,5% efektif melawan Corona 2 minggu setelah dosis kedua diberikan. Sementara jika hanya mendapat satu suntikan, efikasi hanya 3%.

Akibat hal ini, pemerintah Chile sendiri sedang mempertimbangkan untuk memberikan suntikan dosis ketiga bagi masyarakat. Langkah serupa juga telah dipertimbangkan oleh negara lainnya seperti Uni Emirat Arab (UEA).

Perusahaan Sinovac baru-baru ini menyelesaikan uji klinis fase kedua. Ada pun hasilnya menunjukkan bahwa ketika sukarelawan yang telah menerima 2 dosis vaksin Covid-19 Sinovac menerima suntikan ketiga setelah 3 dan 6 bulan, respons antibodi di dalam tubuh mereka bisa melonjak 10 kali lipat dalam seminggu dan 20 kali lipat dalam 15 hari.

Namun, Sinovac akan melakukan penelitian yang lebih menyeluruh dan lebih lama untuk menentukan waktu terbaik untuk menerima booster untuk masyarakat umum. yml/net

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *