Dewan Desak Pengusutan Kasus Raibnya APBD Katingan 2014

27

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Raibnya dana APBD Kabupaten Katingan Tahun anggaran 2014, sebesar Rp100 milyar terus mendapat sorotan dari kalangan DPRD Kalteng.

Wakil rakyat dari Dapil I Dr P Lantas Sinaga menegaskan persoalan ini harus diusut tuntas. Pasalnya dana yang kini tersisa hanya Rp935 juta itu, adalah uang rakyat.

Untuk itu sangat wajar apabila dirinya terus mendesak, agar persoalan itu tidak sampai hilang atau tergerus oleh isu-isu lainnya. “Ini harus ditelusuri hingga tuntas, bagaimana bisa anggaran yang notabene uang rakyat ini bisa hilang,” katanya kepada Tabengan ketika ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

Kondisi ini bisa dikatakan sangat memprihatinkan mengingat APBD merupakan pendanaan yang ada dalam lingkup pemerintahan. Artinya pengawasan, penggunaan, dan tindaklanjutnya jelas berada pada leading sector pemerintah daerah dan DPRD sebagai legislatif.

Untuk itu permasalahan ini harus mendapat respons yang serius. Upaya dalam penyelidikan serta pengusutan harus melibatkan tim ahli dan jajaran berwenang sebut saja

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atau jajaran dari Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Legislator dari daerah pemilihan Palangka Raya, Katingan, dan Gumas itu berharap, pihak berwenang mampu mengungkap kemana raibnya uang ratusan milyar tersebut. Namun yang terpenting harus mengusut, siapa dalang dan oknum dibalik itu. “Problema ini jangan main-main. Ini uang rakyat dan harus dipertanggungjawabkan. Artinya kredibilitas dari pemerintah sebagai pengayom masyarakat justru dipertaruhkan,” tegas gembala/pendeta dari GBI Barigas Palangka Raya itu.

Dirinya mengakui memang hal ini terus dipertanyakan oleh masyarakat setempat khususnya ketika reses perseorangan lalu.

Bahkan menjadi pembicaraan serta keluhan di lingkup daerah tersebut. Yang memprihatinkan, penggunaan APBD yang peruntukan untuk pembangunan, mendadak hilang tanpa ada penjelasan. Kondisi ini jelas membuat publik dan unsur di manapun kebingungan.

“Maka saya tegaskan, usut ini hingga tuntas dan jangan pandang bulu. Kasihan masyarakat kita yang berharap dengan peningkatan pembangunan di wilayahnya,” ujar Wakil Ketua FKUB Kalteng itu.

Ke depan, dirinya berharap agar masyarakat sendiri bisa lebih selektif dalam memilih pemimpin. Intinya benar-benar mengetahui kecocokan si pemimpin, dalam memimpin daerahnya. Jangan sampai salah pilih, hanya karena alasan semacam materi ataupun lainnya. Maka untuk itu dirinya juga turut mengimbau agar pelaksanaan pilkada kedepan bisa berlangsung bersih dan baik. drn

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.