Langkah Berat Kalteng Menuju PON XX

  • Bagikan
Sekretaris Umum KONI Kalteng H Elbadi Fardian
  • Anggaran Rp10 Miliar yang Dijanjikan Masih Nihil
  • Persiapan Atlet Tak Maksimal
  • Sulit Pertahankan Prestasi

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus berupaya maksimal untuk menyiapkan atlet dalam rangka mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, 2021, meskipun pendanaan melalui anggaran hibah sebanyak Rp 10 miliar sampai saat ini masih belum terealisasikan.

Ketua Umum KONI Provinsi Kalteng H Eddy Raya Samsuri melalui Sekretaris Umum H Elbadi Fardian menyampaikan,  sesuai dengan pertemuan Ketua umum dengan Ketua umum KONI pusat beberapa waktu lalu, secara administrasi KONI Kalteng sudah siap, sambil menunggu langkah selanjutnya.

KONI Kalteng sudah minta waktu dengan Sekda Provinsi Kalteng mewakili Gubernur untuk menyampaikan Surat Edaran dari Mendagri tentang kecepatan dalam dalan hal pendanaan untuk PON dalam bentuk dana hibah. “Walaupun pasti Pemerintah Provinsi sudah mendapatkan tembusan, namun secara etika KONI sebagai sebuah organisasi yang membantu pemerintah mengurus olahraga prestasi, harus menghadap untuk menyampaikan hal apa saja yang memang krusial, dan dalam waktu dekat bisa sesegera mungkin diputuskan oleh Pemerintah Provinsi dalam hal pendanaan,” kata pria yang biasa disapa Doddy, Senin (24/5) lalu.

KONI Provinsi Kalteng sebenarnya sudah siap, begitu juga dengan komponen pendukung lainnya, tinggal menunggu dana hibah. Dikhawatirkan apabila anggaran terlambat dicairkan, akan berdampak pada peralatan latihan untuk Cabang Olahraga (Cabor). Karena setelah berkonsultasi dengan sejumlah pihak terkait di pemerintah provinsi, untuk pembelian barang harus melalui lelang, namun ada juga yang tidak.

Peralatan Cabor untuk dayung, panahan dan lompat galah itu inden karena beberapa spesifikasi alat memang haris dibeli diluar. Sementara prosesi dari lelang itu akan memakan waktu dua sampai tiga bulan. Sementara itu terkait pelaksanaan Pelatda berjalan, ini secara moral Ketua Umum lebih mengetahuinya. Gubernur merekomendasikan H Eddy Raya sebagai ketua umum, itulah strategi dari gubernur, karena kapasitasnya ketua umum yang juga menjabat sebagai Bupati tentu mengetahui kegiatan pemerintahan terutama terkait dengan pendanaan.

Sementara itu, ketua Harian KONI Provinsi Kalteng Christian Sancho menambahkan, dalam persiapan menghadapi PON XX, dihadapkan pada permasalahan anggaran. Hal ini tidak hanya di Kalteng, tetapi dialami juga oleh KONI dari provinsi lain. Tanpa anggaran yang cukup berapapun jumlah atlet dan Cabor yang diberangkatkan tidak akan maksimal secara prestasi.

“Ini sudah masuk bulan Mei, anggaran belum ada, selama ini kegiatan dilaksanakan secara mandiri disamping ada dana talangan yang dibijaki oleh pak Ketua Umum. Jadi sampai saat ini pendapat saya, langkah perubahan prestasi khusus untuk atlet dari Kalteng saya katakan sangat berat. Karena jujur tanpa ada latihan, persiapan dan anggaran yang cukup, Kalteng akan ketinggalan kereta,” kata Sancho yang juga Ketua Satgas Pelatda KONI Kalteng.

Menurut Sancho, persiapan atlet masih menjadi tanda tanya karena sebagai ketua Satgas Pelatda PON melihat masih timpang dalam melaksanakan kegiatan, baik pelaksanaan Pelatda maupun kegiatan latihan kepada atlet yang akan dikirim ke PON XX, Papua 2021. Anggaran hibah yang disebutkan Rp 10 miliar, sampai sekarang belum juga ada. Padahal ini sudah Mei, sementara PON akan digelar Oktober nanti. Pemusatan latihan atlet juga membutuhkan biaya, latihan yang berjalan saat ini juga belum maksimal.  yml

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *