Gadis Terbelakang Mental Hamil Diperkosa 2 Pria

  • Bagikan
ILUSTRASI/NET

* Di Kecamatan Tasik Payawan, Ayah Cabuli Anak Tiri

KASONGAN/TABENGAN.COM- Sungguh malang nasib Bunga (10). Bocah yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar di Desa Petak Bahandang, Kecamatan Tasik Payawan, Kabupaten Katingan diduga dicabuli ayah tirinya berkali-kali. Perbuatan mesum itu dilakukan di rumah mereka sendiri.

Kapolsek Tasik Payawan Ipda Affan E Batubara SH membenarkan adanya dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur oleh ayah tirinya sendiri. Perbuatan tersebut dilakukan di dalam rumah mereka di Desa Petak Bahandang, Kecamatan Tasik Payawan.

“Kita menerima laporan pengaduan dari NVL yang merupakan ibu sebut saja Bunga pada Jumat (21/5) pagi. Melaporkan adanya dugaan tindak pidana pencabulan RD (43) suaminya pada Kamis (20/5), di rumah mereka sendiri,” kata Affan, Sabtu (22/5)

Menurut Affan, dari keterangan ibu korban, pada Kamis sekitar pukul 16.00 WIB dirinya pulang ke rumah dan melihat pintu dalam keadaan terbuka sedikit, sedangkan di dalam rumah ada suaminya. Saat masuk ke dalam rumah dan bertanya kepada anaknya kenapa cepat mandi dan pintu rumah terbuka sedikit saja, Bunga menjawab ayahnya yang menutup pintu.

Bunga kemudian menceritakan kejadian bahwa ayahnya berbuat tidak senonoh dengan dengan mencabuli dirinya.

“Dari keterangan Bunga yang menceritakan kepada ibunya, pelaku telah mencabuli Bunga,” terang Affan.

Usai mencabuli, RD menyuruh Bunga mandi. Dari keterangan Bunga, perbuatan tersebut sudah sering dilakukan oleh RD, dan itu dilakukan di saat ibu Bunga tidak berada di rumah.

Affan menegaskan, setelah mendengar cerita Bunga, NVL langsung memarahi suaminya dan membawa Bunga keluar dari rumah dengan mendatangi keluarganya.

“Atas saran dan pendapat keluarga, maka kasus dugaan pencabulan dilaporkan ke Polsek Tasik Payawan dan anggota kita telah mengamankan barang bukti berupa satu buah baju warna merah, satu buah kaus dan satu buah celana dalam. Sedangkan terlapor RD telah diamankan di Palangka Raya,” ungkap Affan.

Hamil Diperkosa

Sementara itu, seorang gadis keterbelakangan mental sebut saja Mawar (24), warga Desa Subur Indah, Kecamatan Katingan Kuala, diketahui tengah berbadan dua. Dia diduga jadi korban perkosaan hingga hamil 5 bulan.

Hal tersebut diketahui setelah adik korban, Anna (18) melakukan aktivitasnya sehari-hari memandikan Mawar. Anna merasa curiga dengan kondisi tubuh kakaknya karena perutnya membesar. Bahkan, sudah 4 bulan ini kakaknya itu tidak pernah datang bulan. Biasanya Mawar dan Anna saat datang bulan selalu bersamaan.

Untuk memastikan kecurigaannya, Anna menceritakan kepada orang tuanya. Ibu Mawar kemudian memanggil bidan Puskesmas, setelah dites ternyata Mawar sudah hamil 5 bulan tanpa diketahui siapa lelaki yang menghamilinya.

Pjs Kades Subur Indah Abdul Muis membenarkan adanya warga yang hamil tanpa diketahui siapa lelaki yang menghamilinya. Hal tersebut dikarenakan korban yang mengalami gangguan keterbelakangan mental atau idiot.

“Saat itu saya sudah memerintahkan Sekdes dan Kaur Umum Desa untuk mendampingi keluarga korban dalam melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Katingan Kuala di Pagatan,” kata Abdul Muis, Jumat (21/5).

Menurut Abdul Muis, setelah dilaporkan anggota Polsek sudah 2 kali ke rumah orang tua Mawar dan meminta keterangan kepada kedua orang tuanya serta keluarga.

Menurut Abdul Muis, dari keterangan Sukarti, ibu Mawar menanyakan siapa yang sudah melakukan hal tersebut, namun lantaran kondisi kejiwaan korban sangat labil, korban hanya mengatakan tidak mau karena takut dibunuh.

Sukarti menduga kalau anaknya itu diperkosa, karena sehari-harinya korban ditinggal sendirian di rumah. Karena setiap hari ia bersama suaminya dari pagi hingga sore hari berada di sawah, sedangkan Mawar hanya sendirian di rumah.

Namun, kata Sukarti, ketika kakak Mawar, Karyadi merayu adiknya agar mau mengatakan siapa lelaki yang melakukannya, akhirnya Mawar menyebut nama 2 orang sebagai pelakunya.

“Mawar menyebutkan 2 orang, Ds (40) seorang duda yang merupakan tetangga korban depan  rumah dan TH (27) yang sudah berkeluarga dan masih satu jalur di RT yang sama,” terangnya.

Pengakuan  adiknya itu saat ditanya selalu berulang-ulang menyebutkan dua nama tersebut, bahkan menunjuk rumah salah satu diduga pelaku yang terletak di depan rumah mereka. Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisan. c-sus

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *