Banjir, Ribuan Warga Mengungsi

  • Bagikan
MENGUNGSI- Sebagian warga Desa Bajuh, Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas mulai mengungsi akibat banjir.TABENGAN/YULIANSYAH

*Sungai Kapuas dan Barito Meluap, 3.897 unit rumah Terendam

KUALA KAPUAS/TABENGAN.COM- Tingginya intensitas hujan beberapa hari terakhir, menyebabkan debit air di dua Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas dan Barito meluap. Banjir merendam ribuan rumah di dua wilayah kabupaten di Kalimantan Tengah tersebut.

Seperti yang dialami 240 Kepala Keluarga (KK) dari 185 rumah warga Desa Bajuh di RT 01, 02, 03 dan 04 Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas. Karena air terus meninggi, sebagian warga terpaksa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman.

BANJIR- Salah satu ruas jalan di Kota Muara Teweh terendam air akibat hujan deras belakangan ini. TABENGAN/HERTOSI

“Benar, karena debit air naik hingga 20 Cm  sampai tadi malam warga kami sebagian terpaksa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman atau ke rumah keluarganya yang aman dari banjir,” kata Bisi, Kepala Desa Bajuh, Kecamatan Kapuas Tengah, saat dibincangi per telepon, Jumat (21/5).

Hal senada juga disampaikan Dinas,  Kepala Desa Sei Hanyo, Nurmansyah, Kades Supang dan Julian, Kades Mampai Jaya, Kecamatan Kapuas Hulu. Walaupun kondisi air baru mulai masuk ke dalam rumah, sudah banyak warganya yang mengungsi ke tempat lebih tinggi dan aman.

Sementara itu, dari hasil kajian Tim Kaji Cepat BPBD Kabupaten Kapuas dapat dipastikan bahwa akibat luapan air di alur Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas, akibat tingginya intensitas hujan yang terjadi beberapa hari terakhir setidaknya merendam 3.897 unit rumah tempat tinggal dan 1 buah rumah ibadah, untuk itu kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar lebih meningkatkan kewaspadaan, agar jangan sampai musibah ini menimbulkan korban jiwa.

Panahatan Sinaga Kepala BPBD Kabupaten Kapuas, Jumat (21/5) siang, mengatakan, untuk lokasi atau desa yang mengalami banjir tersebut antara lain Kecamatan Mandau Telawang ada di Desa Jakatan Masaha dengan jumlah 80 unit, Kecamatan Kapuas Hulu Desa Supang 75 Unit rumah, Kecamatan Kapuas Tengah Desa Pujon  1.235 , Manis 70, Karukus 25, Merapit 298, Bajuh 222, Tapen 214, Kayu Bulan 251 dan  Desa  Koto Baru 25 Unit.

Lebih lanjut disebutkanya juga selain itu untuk Kecamatan Pasak Telawang yaitu Desa Dandang 156, Tumbang Tukun 150, Tumbang Diring 85,  Batu Sambung 57, Kaburan 142, Jangkan 335, Hurung Kampin 57, Balai Banjang 4, Sei Ringin 177, Tumbang Nusa 43 unit.

Sementara untuk Kecamatan Timpah walaupun Desa Lawang Kamah sudah tergenang air namun tidak sampai merendam rumah,  sementara itu untuk Kecamatan Mantangai untuk desa Bukit Batu ada sekitar 21 unit,

“Untuk saat ini berdasarkan hasil kaji cepat Tim Kaji Cepat yang kita turunkan yang secara langsung berkoordinasi dengan camat dan kepala desa 3.807 yang sudah terdata, dan melalui media ini kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat meningkatkan kewaspadaan. BPBD dan Dinas instansi terkait sudah mengirimkan bantuan kepada warga yang terdampak banjir,” katanya.

Sementara di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, rumah dan kawasan yang terendam banjir seperti Jalan Imam Bonjol, Merak, Dahlia, Flores, Mawar dan sejumlah jalan di dataran rendah yang sudah biasa menjadi langganan banjir akibat luapan Sungai Barito.

“Banjir di Jalan Merak mulai Kamis kemarin, dan pagi ini jalan tempat tinggal kami sudah terendam air. Saat ini air juga sudah mulai masuk ke dalam rumah. Ketinggian air bisa mencapai 10 hingga 50 Cm,” kata Yani, warga Jalan Merak Muara Teweh,  Jumat.

Menurutnya,  Jalan Merak sudah biasa jadi langganan banjir, terutama ketika musim hujan. Ini terjadi akibat luapan Sungai Barito. Sementara daerah lainnya yang terendam banjir, Kelurahan Jingah dan Jambu Kecamatan Teweh Baru. Kedua kelurahan tersebut berada di seberang Kota Muara Teweh. c-yul/c-hrt

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *