PT BEK VS MASYARAKAT- Nadalsyah: Saya Pasti Membela Masyarakat

  • Bagikan
BELA MASYARAKAT - Bupati Barito Utara H Nadalsyah memimpin mediasi antara PT Bharinto Ekatama dan masyarakat Desa Benangin I, II dan V Kecamatan Teweh Timur. ISTIMEWA

MUARA TEWEH/TABENGAN.COM – Masih belum tuntasnya permasalahan antara PT. Bharinto Ekatama (BEK) dan masyarakat Desa Benangin I, II dan V Kecamatan Teweh Timur, membuat Pemerintah Kabupaten Barito Utara, berinisiatif memfasilitasi mediasi kedua belah pihak terkait permasalahan yang dihadapi tersebut.

Mediasi dipimpin langsung Bupati Barito Utara H Nadalsyah didampingi Sekretaris Daerah Ir H Jainal Abidin, MAP, Kapolres Barito Utara, dan Dandim 1013/Mtw di Ruang Rapat Setda Lantai 1 dihadiri oleh Asisten II, Kepala Dinas Terkait, Vise Presiden Direktur PT BEK dan jajarannya, Unsur Tripika Kecamatan Teweh Timur, Kades Benangin II, Perwakilan Masyarakat Desa Benangin, dan undangan terkait lainnya.

Dalam mediasi tersebut disampaikan permasalahan yang terjadi, baik dari manajemen PT BEK, Unsur Tripika Kecamatan Teweh Timur, Kades Benangin, maupun pihak terkait lainnya.

Bupati Barut H Nadalsyah setelah mendengar duduk persoalan yang terjadi menyampaikan bahwasanya Pemerintah Kabupaten Barito Utara mendukung investasi, baik oleh PT BEK maupun perusahaan lainnya. Diharapkan juga agar mediasi dapat mencapai keputusan, dengan tetap mengedepankan musyawarah mufakat.

“Saya pasti akan membela masyarakat saya, mengalahlah kepada masyarakat saya,” tegas Bupati H Nadalsyah.

Disampaikannya juga bahwa sebelum menjadi Bupati, H Nadalsyah pernah bekerja sebagai karyawan perusahaan sampai dengan pucuk pimpinan perusahaan.

“Jadi, saya tahu betul perihal hubungan dengan masyarakat,” ungkap H Nadalsyah.

Bupati mohon kepada manajemen PT BEK atas nama masyarakat Barut, agar kiranya tali asih yang diberikan dapat sesuai dengan yang diinginkan masyarakat Desa Benangin.

“Saya mohon kepada perusahaan agar dalam meeting manajemen nantinya, permohonan ini dapat disampaikan,” tutup H Nadalsyah.

Dalam mediasi dihasilkan keputusan, yakni perlu dilakukan mapping/update kepemilikan lahan, memohon agar PT BEK memberikan tali asih sebesar Rp60 per hektare. Untuk itu, Pemkab akan memberikan kesempatan kepada manajemen PT BEK membahas permasalahan ini secepatnya dengan harapan permohonan Bupati dapat dikabulkan. c-hrt

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *