BUNUH DIRI -“Nak Ambil Mayat Babah di Pondok Walet Nak”

  • Bagikan
GANTUNG DIRI - Petugas kepolisian ketika berada TKP Surya, korban bunuh diri. ISTIMEWA

KASONGAN/TABENGAN.COM- Diduga mengalami tekanan psikis yang berat sejak salah satu anak perempuannya meninggal dunia laka lantas beberapa tahun yang lalu, membuat Surya Darmansyah (48) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Mirisnya, sebelum mengakhiri hidupnya, Surya warga Kasongan Kecamatan Katingan Hilir tersebut, sempat menghubungi anaknya vis SMS, yakni dengan kata-kata agar anaknya bisa mengambil mayatnya.”Nak ambil mayat babah dipondok walet ni nak”, tulis SMS korban.

Kapolres Katingan AKBP Andri Siswan Ansyah melalui Kapolsek Katingan Hilir Iptu Eko Priono, membenarkan  ada salah seorang warga di Kasongan diduga mengakhir hidupnya dengan cara gantung diri di sebuah pondok Jalan  D.I Panjaitan Kasongan Lama pada Senin (3/4/2021) sekitar pukul 13.00 WIB.

“Pada Minggu (2/4) sekitar pukul 07.00 WIB, Surya pamit dari rumah dengan istrinya  untuk memberi makan anjingnya di Jalan DI. Penjaitan di lokasi pondok walet milik korban. Namun pada Senin (3/4)  sekitar pukul 13.00 WIB, anak korban yakni Pinkan menerima SMS dari ayahnya yang meminta anaknya mengambil mayatnya di pondok walet.

Kemudian anak korban SMS tersebut ke ibunya, dan lalu ibunya menyuruh mengecek ke pondok,” tutur Iptu Eko, Senin (3/4) siang.

Tiba di dekat pondok, lanjut Iptu Eko, adri kejauhan Pingkan melihat motor korban ada terparkir di luar, namun Pingkan tidak masuk ke pondok karena jaraknya kurang lebih 1 Km.

Menurut Iptu Eko, anak korban Pinkan kembali ke ibunya memberitahukan bahwa motor ayahnya masih ada di pondok. Istri korban kemudian berangkat ke pondok sekitar pukul 13.30 WIB bersama tiga orang keluarganya. Tiba di pondok mereka menemukan korban sudah dalam keadaan tewas gantung diri dengan leher terjerat kain.

“Pihak korban melaporkan ke Polsek Katingan Hilir, dan anggota langsung mendatangi dan mengamankan serta melakukan olah TKP. Korban diduga meninggal akibat gantung diri dengan menggunakan kain selendang warna kuning yang diikat diatas kayu bulat kuda-kuda tengah pondok, dan menggunakan meja sebagai pijakan untuk naik .

“Korban diturunkan lalu dibawa ke RSUD Mas Amsyar Kasongan untuk dilakukan visum yang hasilnya sama dengan ciri-ciri orang gantungdiri.Tidak ada tanda-tanda luka atau memar di tubuh korban,” terang Iptu Eko.

Menurut keluarga korban, kata Iptu Eko, korban sebelumnya juga pernah mencoba bunuh diri dengan meminum racun tikus. Korban diduga mengalami tekanan psikis yang berat semenjak meninggal anak perempuannya laka lantas beberapa tahun yang lalu.

Menurut Iptu Eko atas kejadian tersebut pihak istri, anak dan keluarga korban menerima dengan ikhlas kematian korban. c-sus

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *