DPUPR Dirikan Posko di Titik Rawan Bencana

  • Bagikan
Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalteng H Shalahuddin ST MT

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mendirikan posko di sejumlah titik ruas jalan yang dianggap rawan. Struktur organisasi dari posko tersebut sudah selesai dibuat dan ditandatangani oleh kepala dinas.

Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalteng H Shalahuddin ST MT menyampaikan, posko ini mulai operasional 7 hari sebelum dan 7 hari sesudah Hari Raya Idul Fitri. Posko ini didirikan di sejumlah ruas jalan yang dianggap rawan terjadi bencana dan perlu perhatian khusus.

“Kami membentuk posko, untuk struktur organisasinya sudah dibikin, sudah saya tandatangani, jadi mudah-mudahan H-7 dan H+7 sudah operasional, terutama daerah yang perlu perhatian,” kata Shalahuddin, Jumat (30/4/2021).

Sejumlah ruas jalan yang perlu perhatian selama ini daerah yang rawan banjir seperti Bukit Rawi, jalan nasional di Asam Baru, kemudian daerah rawan longsor termasuk jalan ke arah Kuala Kurun sampai dengan batas Kaltim. Daerah itu termasuk rawan terjadinya longsor. Saat ini masih sering terjadi kerusakan karena memang jalannya masih belum aspal.

Kemudian untuk jalan provinsi yang masih dianggap rawan banjir seperti daerah Pangkalan Bun ke Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Kemudian jalan yang mengalami kerusakan karena sering digunakan oleh pihak perkebunan di Pelantaran-Parenggean sampai Tumbang Sangai, Kotawaringin Timur.

Selain itu, jalan di daerah pelabuhan juga menjadi perhatian seperti Bahaur-Pangkoh, Pulang Pisau. Sejumlah daerah yang dinilai rawan tersebut akan didirikan posko dengan tim intinya dari Dinas PUPR sementara peralatannya minta bantu dengan kontraktor yang bekerja disana.

Adanya posko ini diharapkan nanti untuk memperlancar arus transportasi barang, karena mudik ditiadakan oleh pemerintah. Kendati demikian untuk angkutan barang seperti sembako harus tetap lancar. Ini yang akan dikawal dan dijaga dari 7 hari sebelum dan 7 hari setelah Idul Fitri. yml

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *