Sebulan Kapal Pelni Pulangkan 2.500 orang

  • Bagikan
MUDIK - Kegiatan angkutan penumpang di Pelabuhan Panglima Utar Kumai. (Foto diambil pada hari Jumat (30/4). ISTIMEWA

PANGKALAN BUN/TABENGAN.COM – Meski adanya larangan mudik, namun dengan adanya Peraturan Menteri Nomor 13  tahun 2021 tentang aturan  pengendalian transportasi selama mudik periode Hari Raya Idul fitri, kegiatan pelabuhan berjalan normal hanya untuk angkutan logistik dan penumpang pemberlakuan khusus. Untuk armada milik Pelni, mulai tanggal 6 sampai akhir bulan Mei 2021 ada 8 Call /kunjungan.

Kepala PT Pelni Cabang Pangkalan Bun Capt Antonius Lumban Gaol mengatakan  dibulan April 2021, armada milik Pelni terakhir beroperasi pada tanggal 30 April. Tetapi dengan adanya aturan dari Kementerian Perhubungan, maka mulai tanggal 6 Mei, Pelni tetap memberikan pelayanan khusus logistik.

“Untuk mudik tahun ini memang tidak seramai seperti tahun sebelum-sebelumnya. Hanya saja angkutan penumpang kapal menjelang hari raya sebelum adanya larangan mudik ini nampak ada kenaikan penumpang, apalagi dengan adanya surat Edaran dari Gubernur Kalimantan Tengah tentang aturan harus menggunakan PCR, maka jumlah penumpang yang masuk ke pelabuhan Panglima Utar Kumai hanya sedikit, terakhir tanggal 30 April 2021, ada 29 penumpang yang masuk, ” Kata Antonius Lumban Gaol.

Antonius juga menambahkan, Untuk kapal dari PT Pelni ini sejak awal April sampai akhir ini ada delapan kunjungan. Biasanya hanya 200 an sampai 300 penumpang. Namun yang kali ini naik sampai 450 an penumpang.

“Kapal Pelni memang tidak banyak kunjungan ke Pelabuhan Panglima Utar. Salema  satu bulan hanya ada delapan kali kunjungan, pada bulan April terhitung sekitar 2.500 an penumpang yang terangkat untuk tujuan Semarang dan Surabaya,” terangnya.

Dan menurutnya juga, selama Pandemi Covid-19 terjadi, jumlah penumpang baik datang dan pergi mengalami penurunan dratis, meski tiket Pelni paling murah, namun keadaan perekonomian masyarakat yang mempengaruhi penurunan penumpang.

“Kami sangat memahami kondisi perekonomian Indonesia saat ini akibat Pandemi Covid-19 ini, dan di dalam menjalankan aktivitas, mulai dari pelabuhan sampai di dalam kapal, kami sangat ketat, protokol kesehatan hal utama yang wajib di patuhi oleh semua penumpang, dimana semua penumpang berangkat wajib menunjukan bukti negatif antigen, ” Ujar Antonius.

Dijelaskan juga, untuk di dalam kapal sendiri, penumpang bakal menerapkan jaga jarak. Mengingat seperti KM Lawit ini kapasitas ya sampai 1.200 penumpang. Sedangkan saat berangkat 450 orang, tentunya bisa jaga jarak dengan baik.

Selain itu, para petugas juga komitmen untuk ikut mengawasi baik di dalam terminal hingga pada saat naik kapal. Semuanya diminta untuk selalu jaga jarak. c-uli

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *