8.700 Pemudik Tinggalkan Kobar

  • Whatsapp
MUDIK- Para pemudik terus mengalir keluar dari Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Kobar. TABENGAN/YULIANTINI
iklan atas

PANGKALAN BUN/TABENGAN.COM– Adanya larangan mudik Lebaran yang dimulai sejak 6 hingga 17 Mei 2021, membuat masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memilih mudik lebih awal. Pergerakan penumpang melalui Pelabuhan Panglima Utar Kumai terus meningkat. Penumpang yang telah pulang menggunakan kapal Dharma Lautan Utama sejak April sebanyak 8.700 orang.

“Penumpang kapal laut khususnya yang menggunakan DLU ini memang sudah banyak pulang lebih awal. Sejak awal April sudah mulai banyak yang pulang dengan tujuan Surabaya dan Semarang,” kata Firman, Kepala Cabang DLU Kumai, Kamis (29/4/2021).

Dijelaskan, data penumpang yang menggunakan kapal DLU melalui Pelabuhan Panglima Utar Kumai pada 1 hingga 28 April ini mencapai 8.700 orang yang meninggalkan Kobar. Sedangkan tujuan penumpang yang paling banyak ke Semarang, Jawa Tengah.

“Mereka pulang lebih awal karena takut jika larangan mudik bertambah lama. Sehingga mereka pulang dan ingin berlama-lama di kampung halaman,” ujarnya.

Firman menambahkan, kapal DLU sendiri akan melayani penumpang pada tanggal 3 Mei dengan tujuan Surabaya dan 4 Mei tujuan Semarang. Setelah itu pihaknya tidak lagi mengangkut penumpang untuk keperluan mudik.

“Yang kami angkut pada tanggal 6 sampai 17 Mei itu hanya logistik. Namun dalam surat edaran Kementerian Perhubungan  dan Satgas Covid-19 itu memperbolehkan pelaku perjalanan khusus. Namun, SOP-nya belum tahu seperti apa,” katanya.

Kalau menurut sebelumnya, pelaku perjalanan khusus ini jika sakit tentu harus menunjukkan surat rujukan dari rumah sakit atau dokter. Jika ada keperluan keluarga meninggal dunia, tentu harus ada bukti surat kematian dari desa. Bagi ASN, TNI dan Polri jika hendak tugas, juga harus menunjukkan surat tugas dari pimpinan dengan tanda tangan basah.  c-uli

iklan atas

Pos terkait

iklan atas