Tokoh Pendiri Kalteng H Sabran Achmad Tutup Usia

  • Whatsapp
Salah satu tokoh pendiri Kalteng yang juga merupakan tokoh adat di provinsi tersebut, tutup usia di umur 90 tahun, Selasa (27/4/2021) di Rumah Sakit Doris Silvanus (RSDS). Mantan Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng periode 2008-2016 itu menghembuskan nafas terakhirnya tepat pukul 17.00 WIB
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Salah satu tokoh pendiri Kalteng yang juga merupakan tokoh adat di provinsi tersebut, tutup usia di umur 90 tahun, Selasa (27/4/2021) di Rumah Sakit Doris Silvanus (RSDS). Mantan Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng periode 2008-2016 itu menghembuskan nafas terakhirnya tepat pukul 17.00 WIB.

Almarhum disemayamkan di rumah duka Jalan Pierre Tendean Palangka Raya, yang rencananya (hari ini) dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Sanaman Lampang. Menurut Budi Tangkasiang yang merupakan anak tertua Sabran Achmad, almarhum sendiri sejak tahun lalu sempat beberapa kali menjalani perawatan di rumah sakit.

“Memang sempat bolak-balik masuk rumah sakit, sembuh lalu dirawat di rumah, namun kambuh lagi masuk menjalani perawatan,” ujarnya ketika dibincangi Tabengan di rumah duka. Budi menambahkan almarhum memang mengalami beberapa penyakit, yang juga dikarenakan umur beliau sudah cukup uzur.

Ditambahkannya, sejumlah komplikasi seperti jantung hingga ginjal menjadi faktor utama penyebab tutup usianya, tokoh yang menjadi panutan masyarakat Kalteng tersebut. Ketika disinggung bagaimana sosok dan figur seorang Sabran Achmad di keluarga, Budi menuturkan almarhum merupakan pria yang baik dan panutan di lingkup tersebut.

“Beliau panutan keluarga, dia puji kare sangit (tidak pernah marah), menyayangi anak, cucu hingga menantu,” ucapnya. Budi menjelaskan, memang almarhum rencananya akan dimakamkan di TMP Sanaman Lampang. Hal itu, ucapnya, sudah ada persetujuan dari Pemprov Kalteng serta pihak TNI/Militer, sehingga pemakaman akan dilakukan di lokasi tersebut.

Hal itu wajar mengingat Sabran Achmad merupakan salah satu tokoh yang ikut berjuang dalam mendirikan Provinsi Kalteng, disamping sejumlah tokoh besar lainnya. Intinya, almarhum bisa dikatakan sebagai pendiri Kalteng terakhir serta memiliki pengaruh besar hingga akhir hayatnya di 2021 ini.

Perlu diketahui Sabran Achmad lahir di Kuala Kapuas 31 Desember 1930 silam. Sesepuh tokoh adat Kalteng yang dikenal vokal itu, pernah menjabat sebagai DPRD-GR periode 1966-1971. Bahkan almarhum sempat menjabat sebagai Anggota DPR Fraksi Golkar periode 1988-1992. Dirinya juga pernah menjabat sebagai Kepala Balai Statistik Kalteng, periode 1971-1986. Selain itu pernah juga menjadi staf ahli gubernur bidang politik pada 1986-1987.

Di organisasi, dirinya merupakan penggagas berdirinya Kalteng di era 1955 hingga yang paling dikenal sebagai Ketua DAD Kalteng, periode 2008-2016. Sementara itu, almarhum meninggalkan seorang istri bernama Rusliana serta lima orang anak (tiga laki-laki dua perempuan).didin rakhmadin

iklan atas

Pos terkait

iklan atas