Ketua DWP UPR hadiri Peringatan Hari Kartini Secara virtual

  • Whatsapp
Ketua DWP UPR, Dra. Riap Susilawati, M.Si
iklan atas

*Peningkatan Kapasitas Perempuan Modern

PALANGKA RAYA – Masih dalam momentum peringatan Hari Kartini, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Universitas Palangka Raya (UPR), Dra. Riap Susilawati, M.Si. mengikuti dan mengahdiri undangan kegiatan Peringatan Hari Kartini Tahun 2021 yang diselenggarakan secara Virtual oleh Dharma Wanita Persatuan Universitas Dipenogoro Semarang, belum lama ini.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka Peringatan Hari Kartini dengan   mengangkat tema Wanita Masa Kini, Cantik dan Mandiri.

“Tema yang diangkat adalah kepribadian kartini jaman sekarang, Cantik dan mandiri tercermin dalam kepribadian wanita saat ini. Inilah hasil perjuangan pahlawan ibu Kartini yang membela kesetaraan hak wanita dan pria,” ucap Riap Susilawati, saat dikonfirmasi Tabengan via Whatsapp, Selasa (27/4/2021)

Istri rektor UPR DR Andrie Elia menyampaikan bahwa peringatan Hari Kartini di tahun 2021  adalah momentum bagi Perempuan Indonesia untuk merefleksikan semangat Perjuangan Kartini untuk kemajuan Perempuan Indonesia, terlebih ditengah persoalan yang muncul karena dampak Pandemi Covid-19.

Dalam Kegiatan tersebut menghadirkan tiga Narasumber diantaranya adalah dr. Lily Kresnowati, M.Kes.(Epid) yang merupakan Direktur BPJS Kesehatan Periode 2021-2026, Rika Budi Antawati, SH., MM, M.Kn Notaris, Dosen, Pengusaha Kuliner Warung SAERAH, Dewi Widayani, SH, S.Pd Kepala Sekolah SDI Pangeran Dipenogoro.

“Kegiatan peringatan perjuangan Kartini di dikemas dalam nuansa talk show. Yang dipandu oleh moderator Hidayani Permata Dewi, MBA, M.I.Kom. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh ibu-ibu Rektor Perguruan Tinggi Negeri Se Indonesia, yang menarik dalam kegiatan tersebut para peserta menggunakan busana  Nasional kebaya khas Perempuan Indonesia. Semua tokoh didalamnya adalah wanita hebat,” ujarnya

Selain itu, dibalik semua laki-laki yang hebat ada Perempuan yang luar biasa. Namun tidak dipungkiri, ada juga wanita yang hingga saat ini belum mengerti dan mengilhami perjuangan Ibu Kartini. Ini terlihat dari masih ada wanita yang tidak meningkatkan serta menggali potensi diri. Akhirnya berdampak negatif pada wanita itu sendiri dan keluarga.

Walua demikian, Riap selalu berharap agar perjuangan pahlawan Kartini dapan menjadi inspirasi bagi setiap wanita khususnya di Kalteng. Dirinya juga berharap, kaum pria dapat menghargai jerih payah wanita.

“Keberhasilan para laki-laki adalah juga karena sentuhan wanita yang telah mendharmakan hidupnya untuk memberi ketentraman kepada keluarganya. Bukan hanya membantu dengan tangan dan kaki tetapi juga dengan hati dan kelembutan nya,” pungkasnya.nvd

iklan atas

Pos terkait

iklan atas