KONDISI H SABRAN ACHMAD MENURUN – Tak Ada Perhatian Pemerintah Kalteng

  • Bagikan
TOKOH KALTENG - Sabran Achmad menjalani perawatan di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya. ISTIMEWA

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Tokoh Kalimantan Tengah Sabran Achmad diketahui sedang menjalani perawatan di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya. Perawatan sudah berlangsung lebih dari 2 minggu di Ruang Sakura VIP. Kondisi salah satu pendiri Kalteng ini semakin menurun, bahkan terpaksa menggunakan selang untuk memasukkan nutrisi makanan.

Dagut H Djunas menjelaskan, kondisi terbaru memang semakin menurun dan melemah. Untuk mendapatkan asupan nutrisi terpaksa menggunakan selang. Perawatan dilakukan akibat komplikasi yang diderita, sakit jantung dan maag. Namun demikian, penyebab utama dari semakin menurunnya kondisi Sabran Achmad adalah karena faktor usia.

“Sampai saat ini, memang tidak ada satu pun pejabat pemerintah yang datang menjenguk Pak Sabran Achmad, apalagi memberikan bantuan. Tidak ada perhatian yang diberikan pemerintah, padahal ada begitu besar pula peranan yang diberikan dalam membangun Kalteng ini. Memang, semasa beliau sehat, sering memberikan kritik yang cukup tajam,” kata Dagut, kerabat Sabran Achmad saat dibincangi di Palangka Raya, Senin (26/4/2021).

Kritik yang diberikan, lanjut Dagut, bukan untuk menghakimi pribadi seseorang. Sebagai orang tua, Sabran Achmad lebih kepada mengingatkan saja bahwa ada kebijakan yang salah dan harus disesuaikan dengan peraturan yang berlaku. Selain itu, apa yang disampaikan merupakan buah pemikiran demi pembangunan Kalteng ke depan, terkhusus bagi masyarakat Dayak.

Semoga saja, kata Dagut, kritik tajam yang selama ini disampaikan bukan menjadi penyebab tidak adanya perhatian dari pemerintah. Kebesaran hati dari para pejabat pemerintah sangat penting dalam menghargai jasa tokoh-tokoh yang berjuang bagi kebesaran Kalteng, salah satunya bagi Sabran Achmad.

Ada begitu banyak pemikiran beliau, jelas Dagut, yang semata bertujuan bagi kesejahteraan masyarakat Kalteng. Salah satunya program Dayak Misik, 1 orang Dayak mendapatkan 5 hektare tanah. Apa yang beliau lakukan ini, setelah melihat suku-suku yang ada di Indonesia dan tidak ingin sampai suku Dayak menjadi budak di tanahnya sendiri.

Dagut berharap, pemerintah dan pejabat di Kalteng untuk dapat memberikan perhatian serius atas kondisi kesehatan Sabran Achmad. ded

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *