FOOD ESTATE -Fordayak: Utamakan Transmigran Lokal

  • Bagikan
Ketua Umum Fordayak-KT Bambang Irawan

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Adanya instruksi Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan kepada Pemda setempat untuk menyiapkan lahan transmigrasi di Dadahup kawasan Food Estate, mendapat tanggapan dari berbagai unsur di Kalteng.

Salah satunya, organisasi masyarakat (ormas) Forum Pemuda Dayak  Kalimantan Tengah (Fordayak-KT), mengharapkan transmigrasi yang dilaksanakan merupakan transmigrasi lokal.

”Bagi saya program transmigrasi itu baik dan bagus, namun kalau itu diprioritaskan kepada transmigrasi bagi masyarakat lokal, bukan mendatangkan dari luar pulau,” kata Ketua Umum Fordayak-KT Bambang Irawan ketika dikonfirmasi via WhatsApp, Jumat (23/4).

Menurutnya, keinginan itu wajar mengingat melalui transmigrasi lokal, maka bisa memberdayakan masyarakat setempat melalui pelatihan dan dididik dalam program tersebut, khususnya kegiatan Food Estate.

Bambang menegaskan, apabila program transmigrasi itu tidak memberikan ruang bahkan pemberdayaan bagi warga lokal, jelas akan sangat menjadi perhatian bagi masyarakat Dayak Kalteng.

Intinya, tegas Bambang, apabila transmigrasi mendatangkan orang dari luar pulau, bisa saja menimbulkan kesenjangan sosial bahkan indikasi konflik ke depan. Apabila itu terjadi, jelas akan menimbulkan berbagai polemik di lingkup masyarakat setempat, mengingat perlunya warga lokal terhadap pemberdayaan, pekerjaan, sumber mata pencaharian dan lainnya.

Dia menegaskan, masyarakat lokal juga menginginkan kehidupan yang layak serta baik. Apalagi banyak juga memiliki potensi untuk bisa menjadi pekerja-pekerja atau transmigran lokal, yang mampu mengolah lahan sesuai harapan dari program lumbung pangan nasional tersebut.

Pria yang dikenal vokal dan militan dalam membela masyarakat Dayak tersebut menambahkan, pemerintah provinsi maupun pusat perlu memikirkan itu. Harapannya jangan sampai malah membuat program yang menimbulkan pergesekan maupun kesenjangan di antara masyarakat lokal di Kalteng.

“Pemerintah pusat maupun daerah, harus juga mempertimbangkan jangan dulu transmigrasi yang mendatangkan atau menghadirkan orang-orang dari luar pulau Kalteng. Pada intinya Fordayak-KT secara organisasi mendukung transmigrasi lokal, bukan transmigrasi yang mendatangkan orang dari luar pulau Kalteng,” ucapnya.

Bambang meminta agar lebih memprioritaskan masyarakat lokal dalam program transmigrasi itu, melalui seleksi dan pelatihan oleh pihak terkait. Ketika itu dilaksanakan, maka dirinya meyakini program Food Estate mampu berjalan dengan baik. drn

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *