Rektor UPR Tinjau Pelaksanaan UNBK-SBMPTN Tahap II

  • Whatsapp
Rektor UPR Dr Andrie Elia, SE., M.Si, didampingi kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan UPR dan juga Sekretaris Panitia pelaksanan ujian, Iring SE., M.Si saat diwawancarai awak media usai memantau pelaksanaan UNBK-SBMPTN gelombang II. TABENGAN/NOVAN
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) Dr Andrie Elia, SE., M.Si, meninjau langsung pelaksanan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) Gelombang II, yang dilaksanakan di gedung UTBK UPR, jalan Hendrik Timang, Senin (26/04) siang.

Rektor UPR saat diwawancarai Tabengan usai meninjau langsung pelaksanaan UNBK-SBMPTN mengatakan, bahwa Gelombang II UNBK-SBMPTN di civitad akademika UPR diikuti oleh 1.854 peserta dan jumlah peminat yang berasal dari 18 Provinsi di Indonesia jalur SBMPTN sebanyak 6443 orang yang mengikuti UTBK di 18 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lain di Indonesia.

“Secara total keseluruhan, peserta UTBK-SBMPTN di UPR Tahun 2021 ini terbagi ke dalam 3 (tiga) kelompok, yakni peserta ujian kelompok SAINTEK ada sebanyak 1.536 orang, peserta ujian kelompok SOSHUM ada sebanyak 2.210 orang, serta peserta ujian kelompok Campuran ada sebanyak 659 orang. Sedangkan Untuk gelombang II ini diikuti oleh 1851 orang peserta. Saya harap pelaksanan tahap kedua ini berjalan dengan baik tanpa kendala,” ucapnya.

Ketua Harian Dewan Adat Dayak (DAD) Kalteng ini juga menjelaskan, bahwa pelaksanaan ujian masuk UPR menggunakan 11 Laboratorium Komputer. Dan pelaksanan tentu mengkedepanoan protokol kesehatan. Ini terlihat dari beberapa kewajiban yang harus dipatuhi peserta bahkan panitia pelaksanaan ujian.

“Peserta dan panitia wajib menggunakan masker, mencuci tangan, memakai sarung tangan dan mengikuti prosedur pengukuran suhu badan yang tidak melebihi 37 derajat. Jika ada yang tidak mau memenuhi syarat ini, maka peserta tidak diperkenankan mengikuti ujian dan untuk panitia akan disangsi. Kemudian, setiap usai pelaksanan ujian yang dilakukan menurut jadwal, maka ruangan akan disemprot disinfektan,” ujarnya.

Selain itu, dalam pelaksanaan UNBK-SBMPTN di UPR, setiap peserta yang akan memasuki ruangan ujian juga diberlakukan pemeriksaan dengan metal ditektor.

“Hal ini juga penting. Karena ini merupakan bentuk kompetisi, jadi di kedepankan kejujuran. Bahkan akan dilakukan cek dan ricek dan memastikan bahwa peserta sendiri ikut ujian, tidak menggunakan praktek perjokian dan alat contek. Ujian tahap gelombang II ini akan digelar sampai 02 Mei 2021 dan  Saya harapkan peserta calon mahasiswa memperhatikan jadwal yang telah di tentukan panitia. Saya juga mengimbau agar perbanyak literasi pengetahuan agar dinyatakan lulus dan menempuh perkuliahan di UPR,” tandasnya.

Dilain pihak, kepala Biro Akademik, Kemahasiswaan dan Perencanaan UPR dan juga Sekretaris Panitia pelaksanan ujian, Iring SE M.Si menyampaikan bahwa tahun ini peminat masuk UPR sangat banyak. Disatu sisi, Rektor UPT juga telah meningkatkan kuota penerimaan.

“UPR adalah salah satu universitas yang menjadi pilihan. Karena UPR telah berstandar internasional baik dari sarana pendidikan dan SDM dosennya. Jadi saya berharap peserta yang lulus nanti adalah yang berkualitas,” pungkasnya. nvd

iklan atas

Pos terkait

iklan atas