Mahasiswa Gagal Bunuh Diri di Jembatan Kahayan

  • Whatsapp
DEPRESI- Wadir Samapta AKBP Timbul RK Siregar menenangkan AL yang mencoba bunuh diri usai dievakuasi. TABENGAN/FERRY WAHYUDI
iklan atas

*Cinta Tak Direstui, Nyaris Lompat dari Jembatan Kahayan

*Digagalkan Aksi Heroik Petugas Ditsamapta, Polairud, Ditlantas Polda Kalteng, Polresta Palangka Raya, Basarnas Palangka Raya, Damkar Palangka Raya dan Tim Relawan

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Diduga depresi karena masalah asmaranya tidak direstui oleh orang tua, seorang pemuda berinisial AL (25) nekat mencoba bunuh diri dengan melompat dari atas Jembatan Kahayan, Jumat (23/4) dini hari. Aksi konyol mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Palangka Raya itu berhasil digagalkan petugas kepolisian yang kebetulan melintas.


Informasi yang dihimpun, percobaan bunuh diri oleh AL dipicu karena percintaannya dengan kekasih hati tidak direstui kedua orang tua. Hal ini diperparah dengan kabar bahwa kekasihnya juga selingkuh.

Iptu Purnomo, petugas yang pertama kali melihat AL mengatakan,  saat itu ia bermaksud pulang dari arah Pahandut Seberang. Saat melintas, ia melihat ada seseorang yang duduk di tepi jembatan. Merasa
curiga, anggota Subdit III Ditresnarkoba Polda Kalteng itu lalu menghampiri dan menanyakan apa yang terjadi.

Dari percakapan, AL hanya menjawab jika ingin sendiri saja. Mendengar itu, ia pun segera menghubungi rekan kepolisian untuk meminta tolong evakuasi terhadap AL.

“Pertama mendengar jawaban dari pemuda itu saya sudah tidak enak, akhirnya meminta aparat kepolisian yang lain untuk segera melakukan evakuasi,” katanya.

Tak berselang lama, personel gabungan Ditsamapta, Polairud, Ditlantas Polda Kalteng, Polresta Palangka Raya, Basarnas Palangka Raya, Damkar Palangka Raya dan tim relawan segera tiba di lokasi.

Setelah melalui proses negosiasi yang alot selama 2,5 jam, dibantu dengankedatangan pihak keluarga dari AL, pemuda tersebut akhirnya bersedia dan berhasil dievakuasi menjauh dari tepi jembatan.

Wadirsamapta Polda Kalteng AKBP Timbul RK Siregar mengatakan, segala cara dilakukan dalam negosiasi terhadap pemuda tersebut agar mengurungkan niatnya melompat dari atas jembatan.

“Berkat negosiasi, pemuda itu akhirnya berhasil kita evakuasi. Kita datang setelah ada laporan, bahwa ada seseorang yang mencoba bunuh diri. Dari informasi di lapangan, pemuda itu nekat mencoba bunuh diri karena beban dari hubungan percintaan dan beban keluarga, sehingga nekat ingin bunuh diri,” urainya.

Sementara, Kasubsi Sumber Daya Basarnas Palangka Raya Sarjito mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel kepolisian dan relawan yang terlibat dalam proses evakuasi. Secara teknis, evakuasi
yang dilakukan Basarnas mengutamakan keselamatan.

“Tadi, kita mementingkan teknis evakuasi, mengantisipasi keselamatan dari petugas yang melakukan negosiasi maupun pemuda itu menggunakan peralatan SAR. Kalau evakuasi mungkin hanya 10 menit, yang lama tadi negosiasi,” imbuhnya. fwa

iklan atas

Pos terkait

iklan atas