15 Warga Keracunan Usai Buka Puasa

  • Whatsapp
KERACUNAN- Kapolsek Mantangai Iptu Catur ketika memantau di PKM Lamunti perkembangan kesehatan warga yang keracunan makanan.TABENGAN/YULIANSYAH
iklan atas

 KUALA KAPUAS/TABENGAN.COM– Usai menyantap takjil buka puasa bersama yang digelar di Masjid Miftahul Jannah Desa Lamunti RT 04 Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas, Selasa (20/4/2021) sekitar pukul 17.30 WIB, belasan warga menderita keracunan.

Dari 15 orang yang mengalami gejala keluhan sakit perut, mual, pusing, muntah dan mencret, 13 orang di antaranya terpaksa harus menjalani perawatan intensif dari medis PKM Lamunti. Mereka diduga keracunan dan mengalami dehidrasi tinggi.

Sebagaimana rilis yang disampaikan ke media ini, Rabu (21/4/2021), kebiasaan  warga setempat di setiap bulan Ramadan secara bergantian menyediakan menu takjil berbuka puasa bagi warga. Tepat ketika giliran Kadir, Dadie, Wawandra, Juandi dan Roliansyah yang menyumbangkan makanan berupa nasi putih berisi lauk telur masak merah dan mie kriting telur yang dioseng sebanyak 30 bungkus, dibagikan kepada warga yang hadir di masjid tersebut. Sebagian ada yang langsung makan di tempat dan ada juga yang membawanya pulang ke rumah.

Awalnya tidak ada keluhan yang dirasakan, namun sekitar pukul 22.00 WIB, warga yang menyantap takjil tersebut kemudian secara bersamaan mendatangi PKM Lamunti, dengan keluhan yang sama mengalami sakit perut, mual, muntah-muntah dan mencret.

Dari 15 orang yang sempat diobservasi, karena mengalami kesembuhan 2 orang lainnya kemudian diperbolehkan pulang. Sementara 13 lainnya terpaksa  menjalani rawat inap.

Kapolres Kapuas AKBP Manang Sobeti melalui Kapolsek Mantangai Iptu Catur membenarkan peristiwa keracunan yang dialami oleh warga Desa Lamunti. Menurutnya, korban yang kini masih menjalani perawatan walau terlihat lemas akibat dehidrasi, kondisinya sudah mulai membaik.

“Untuk saat ini kita bersama-sama dengan pihak kecamatan dan PKM Lamunti masih melakukan pengawasan dan penyelidikan apa penyebab pastinya. Pihak Dinas Kesehatan sudah mengambil barang bukti berupa sampel makanan yang diduga penyebabnya untuk  di uji laboratorium,” katanya. c-yul

iklan atas

Pos terkait

iklan atas