Kalteng Berlakukan PCR Negatif

  • Whatsapp
Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kalteng Yulindra Dedy
iklan atas

 **Tim Siaga di Bandara Tjilik Riwut
PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran mengeluarkan edaran bagi setiap orang yang ingin masuk Kalteng wajib melakukan polymerase chain reaction (PCR) dengan hasil negatif. Edaran ini dikeluarkan dalam rangka menekan penyebaran Covid-19 lebih luas di Kalteng.

Plt  Kepala Dinas Perhubungan Kalteng Yulindra Dedy menyampaikan, masalah pemberlakuan masuk Kalteng wajib menunjukkan hasil PCR negatif adalah tanggung jawab bersama. Ada tim yang dibentuk untuk menerapkan kebijakan tersebut, terdiri dari Dinas Perhubungan, Satgas Covid-19, TNI/Polri, Satpol PP, Angkasa Pura (AP) II, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) dan sejumlah pihak terkait lainnya.

“Penerapan wajib menunjukkan hasil PCR negatif apabila ingin memasuki Kalteng secara resmi mulai berlaku pada 19 April 2021. Tim akan disiagakan di Bandara Tjilik Riwut untuk melakukan pemeriksaan. KKP dan AP II sudah melakukan rapat dengan maskapai yang memiliki jalur penerbangan ke Kalteng. Maskapai inilah nantinya yang akan menyampaikan dan mewajibkan penumpang yang ingin membeli tiket wajib melakukan PCR,” kata Yulindra saat dikonfirmasi, Minggu (18/4/2021).

Nantinya, kata Yulindra, penumpang yang ingin berangkat ke Kalteng wajib menunjukkan hasil pemeriksaan PCR yang hasilnya negatif saat di bandara. Apabila tidak memiliki hasil PCR, maka tidak bisa menuju Kalteng. Sosialisasi terus dilakukan bersama dengan semua pihak. Tujuannya demi menekan penyebaran Covid-19 lebih luas lagi. Terlebih lagi di Kalteng masuk dalam urutan 6 kategori zona merah.

Namun demikian, tegas Yulindra, apa yang dilakukan tim di lapangan nantinya lebih bersifat  persuasif dan humanis. Apa yang dilakukan ini juga demi membatasi aktivitas masyarakat yang menggunakan jalur udara dalam bepergian. Apabila memang tidak ada kebutuhan mendesak diharapkan tidak untuk melakukan perjalanan, terlebih perjalanan ke wilayah dengan tingkat penyebaran yang tinggi.

Sosialisasi juga melibatkan pemerintah daerah, ungkap Yulindra, sehingga apa yang menjadi sasaran dari dikeluarkannya kebijakan ini dapat tercapai dengan sebaik mungkin. Bersama menekan dan bersatu dalam melawan Covid-19. ded

iklan atas

Pos terkait

iklan atas