Pemancing Tewas Disambar Petir

  • Bagikan
DISAMBAR PETIR - Nor Ifansyah (17), warga Handil Bangkirai Desa Sei Tatas Hilir, Kecamatan Pulau Petak,  Kabupaten Kapuas, saat dievakuasi warga.ISTIMEWA

KUALA KAPUAS/TABENGAN.COM- Ini peringatan bagi yang hobi memancing. Ketika cuaca hujan, sebaiknya berhenti dan cari tempat aman agar tak bernasib sama dengan Nor Ifansyah (17), warga Handil Bangkirai Desa Sei Tatas Hilir, Kecamatan Pulau Petak,  Kabupaten Kapuas.

Akibat memaksakan diri terus memancing padahal cuaca sedang hujan gerimis, pemuda yang masih berstatus pelajar SMA kelas 12 itu tewas disambar petir, Sabtu (3/4/2021) sekitar pukul 15.00 WIB.

Peristiwa nahas tersebut terjadi di sekitar Handil Sahibar. Kronologisnya, korban sebelum disambar petir masih tetap memaksakan diri untuk terus memancing jenis ikan gabus dengan sarana pancing yang terbuat dari bambu. Sementara, saat itu cuaca sedang gerimis disertai suara gemuruh dan kilat.

Mungkin karena berada di tengah persawahan milik warga dan tidak ada pelindung atau median pohon yang lebih tinggi dari korban, tidak berapa lama joran bambu milik korban langsung disambar petir. Korban tewas seketika di tempat kejadian.

Warga yang melihat hanya kaget dan tidak berani mendekat. Warga kemudian langsung melaporkan kejadian ini ke aparat Polsek Pulau Petak. Mendapatkan laporan, petugas mendatangi lokasi kejadian. Dengan dibantu warga dan tim medis, akhirnya jasad korban dievakuasi ke Puskemas setempat yang selanjutnya dibawa ke rumah duka.

Kapolsek Pulau Petak Iptu Noor Rokhim saat dikonfimasi melalui pesan WhatsApp membenarkan peristiwa yang menimpa korban.

“Benar, korban sebagaimana keterangan beberapa orang saksi tewas disambar petir saat memancing di lokasi tersebut. Untuk jasad sendiri setelah kita lakukan visum langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” katanya.

Kapolsek mengimbau kepada seluruh warga Pulau Petak yang mempunyai hobi memancing agar tidak memaksakan diri apabila cuaca sedang mendung. Kejadian yang dialami korban jangan sampai dialami oleh warga lainnya, apalagi saat ini musim sangat ekstrem, susah ditebak situasinya. c-yul

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *