Vaksinasi Pedagang Pasar Kahayan Berjalan Lancar

  • Whatsapp
TABENGAN/ DANIEL LANCAR - Pelaksanaan vaksin pedagang pasar Kahayan. Tampak Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya drg. Andjar dan Kepala Puskesmas Bukit Hindu, Siti Rofiah SKM/.
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Para pedagang pasar Kahayan Palangka Raya yang semula enggan untuk divaksin, pada akhirnya memberanikan diri untuk divaksin setelah menerima sosialisasi dan edukasi dari tim penyuluh kesehatan puskesmas Bukit Hindu belum lama ini.
Dalam pantauan Tabengan, vaksinasi hari ke-2, Jumat (26/3) para pedagang pasar Kahayan hingga pukul 11.18 WIB ada 44 pedagang. Namun hingga akhir tercatat ada sekitar 80 pedagang yang divaksin.  Sebelumnya dihari Kamis (25/3) tercatat 70 pedagang dan hari ke 3. Sedangkan pada Sabtu (27/3) hingga pukul 11.36 WIB ada 32 pedagang yang divaksin.
Selama 3 hari ini, (Kamis hingga Sabtu). Para pedagang tersebut setelah melihat teman-temannya dan pegawai UPT pasar juga Dinas diperindagkop UMKM menerima vaksin keraguan mereka pun sirna.  Bahkan ada yang belum terdaftar mulai mendaftarkan diri. Sehingga sempat dikuatirkan dihari ke-3 pedagang membludak dan vaksin kurang.
Seorang vaksinator mengatakan bahwa pada pelaksanaan vaksinasi pedagang pasar Kahayan di hari ke-3, tim vaksinator Puskesmas Bukit Hindu menyiapkan sebanyak 100 vial cairan vaksin. “1 vial dapat digunakan untuk 10 orang,” bebernya.
Kepala Puskesmas Bukit Hindu, Siti Rofiah SKM mengatakan, pelaksanaan vaksinasi bagi pedagang pasar Kahayan berjalan sangat baik.  Vaksinasi yang dilakukan selama 3 hari tersebut (25-27/3 Kamis, Jumat dan Sabtu) tersebut ditargetkan untuk 200 lebih pedagang pasar Kahayan.
“Alhamdullilah setelah tim dari Puskesmas Bukit Hindu mengadakan sosialisasi dan edukasi. Para pedagang menjadi kooperatif. Kami berharap akan membawa manfaat sebesar-besarnya dalam memutus rantai penularan Covid-19 di Palangka Raya,” tuturnya.
Selanjutnya Siti juga meyakinkan ketersedian stok vaksin untuk hari terakhir tercukupi.  Pihaknya juga telah mengantisipasi jika pada hari ke-3 vaksinasi para pedagang jumlah peserta cukup banyak, sehingga semua pedagang dapat terlayani dalam vaksinasi.
“Dinas Kesehatan Kota telah menambah stok apabila ada penambahan lagi dari para pedagang,” imbuhnya.
Siti juga menyampaikan bahwa hingga hari terkahir kemarin total dosis yang digunakan 220 dosis
“Yang divaksin adalah pedagang juga pegawai UPT pasar Kahayan. Sebenarnya pedagang pasar saja itu yang sudah daftar sekitar 150 orang lebih (50 persen) dari total pedagang yang ada,” imbuhnya.
Selanjutnya diakuinya memang belum semua tervaksinasi karena beberapa hal;  ada yang memang hasil screening tdk memenuhi syarat untuk divaksin, ada yang lansia sehingga  harus dilayani di RS, dan ada yang sudah daftar tapi masih ada kesibukan.

“Nah untuk para pedagang pasar yang masih mendaftar dan atau yang sudah mendaftar tapi belum terlayani di lokasi kemarin maka akan kami arahkan ke Puskesmas Pahandut ( senin sd jumat) dan Kepuskesmas Bukit Hindu untuj hari sabtu, karena mulai Senin nanti kami sudah harus mobile lagi ke SOPD,” imbuhnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya drg. Andjar juga mengatakan kepada para pedagang bahwa dengan vaksin kita dapat perlindungan terhadap Covid-19 sehingga kita  dapat segera keluar dari pandemi ini.
“Ini adalah kegiatan vaksinasi dari para pedagang pasar Kahayan dan juga dari Kecamatan Jekan Raya dan Kelurahan Palangka. Guna menekan penularan dari Covid-19. Peserta hampir 300. Bertahap ini, ada 3 hari diharapkan nanti semua bisa divaksinasi, karena mereka berpotensi tinggi yang mana setiap hari bertemu banyak orang,” bebernya.
Ditempat yang sama Rawang, Kepala Disdagperinkop UMKM kota Palangka Raya, berharap kepada seluruh pedagang pasar kahayan dapat  divaksinasi, sehingga masyarakat juga dapat merasa aman dan terlindungi dari resiko tertularnya Covid-19 saat berbelanja.
Tri Mulyadi, seorang pelaku UMKM yang memiliki usaha menjahit mengatakan kepada media bahwa dirinya dengan sadar memberikan diri untuk divaksin. Mulyadi mengakui bahwa dirinya cukup beresiko. Sebagai pelaku usaha yang setiap harinya bertemu dengan para pelangan adalah cukup berpotensi tertular atau pun sebaliknya.
“Harapannya untuk teman-teman supaya mereka juga punya kesadaran bisa mengikuti program pemerintah untuk bisa mengatasi Covid-19 supaya tidak berkepanjangan terus.  Karena jika Covid-19 terus berkepanjangan dampak dan imbasnya kan juga ke pedagang,” tuturnya.
Tampak juga dalam pantauan Tabengan, sekalipun ada rasa takut tetapi beberapa orang pedagang tetap memberikan diri divaksin. dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas