Gabung ke Demokrat, Rahmadi Minta Moeldoko Mundur

  • Whatsapp
Praktisi hukum Kalimantan Tengah (Kalteng) Rahmadi G Lentam
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Polemik Partai Demokrat cukup menyita perhatian publik dan menghiasi pemberitaan di berbagai media massa belakangan ini, mulai dari Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara dan kini didaftarkan hasilnya ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Praktisi hukum Kalimantan Tengah (Kalteng) Rahmadi G Lentam memberikan tanggapan mengenai polemik partai lambang bintang Mercy ini. Menurut dia, baik kepengurusan yang sah di bawah kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan kepengurusan versi KLB, menunggu kepastian dari pemerintah.

“Saat ini Partai Demokrat menunggu kepastian dan komitmen pemerintah ke depan terkait pelaksanaan KLB yang lalu. Namun, sementara ini pemerintah hanya mengakui dan terdaftar di Kemenkumham adalah kepengurusan hasil Munas tahun 2020 di bawah kepemimpinan Ketum AHY,” kata Rahmadi, Senin (15/3/2021).

Kendati di pusat terjadi polemik, namun Rahmadi memilih bergabung dengan Partai Demokrat. Pengacara kondang asal Kalteng tersebut telah resmi bergabung ke Partai Demokrat terhitung sejak 15 Maret 2021 saat melakukan kunjungan ke Kantor DPD Demokrat Kalteng.

Mengenai kehadiran mereka yang mengatasnamakan Demokrat Kalteng di KLB, Rahmadi berpendapat mandat yang diberikan oleh pemegang hak suara untuk mengikuti kongres tentu harus tertulis dan dilengkapi dengan meterai, cap dan tanda tangan Ketua DPD maupun DPC.

Ketua tim percepatan pembangunan Kalteng ini menilai, dalam konteks presiden sebagai pembina politik, maka dengan tidak mengekang kebebasan hak asasi staf dan berdasarkan ketentuan khusus di dalamnya, maka Moeldoko sebagai Kepala Staf Presiden harusnya mengundurkan diri agar fokus membangun politik.

Menurut Rahmadi, berdasarkan aturan yang ada, Kemenkumham tidak memiliki kewenangan untuk menerima atau menolak KLB. Tetapi melihat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang digunakan.

Rahmadi mengaku sudah lama mengamati kiprah partai besutan SBY tersebut, agar bisa berbuat dan menambah energi baru lagi buat Demokrat. Ia merasa terpanggil bagaimana membuat sinergitas, memberi kesempatan kepada orang-orang yang memang memiliki peluang dan kemampuan dalam arti luas.

Rahmadi berterima kasih karena kedatangannya disambut hangat oleh para pengurus dengan penuh rasa kekeluargaan. Ia menyatakan Demokrat akan menjadi partai terakhir baginya berkiprah di dunia politik. Sebelumnya ia memiliki kartu anggota PDI Perjuangan Kalteng, setelah mendaftar di partai tersebut saat penjaringan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng. yml

iklan atas

Pos terkait

iklan atas