Basarnas-Pemko Latih Penyelamatan di Hutan

  • Bagikan
TANDA TANGAN- Inspektur Basarnas Brigjen TNI Chanlan Adilane didampingi Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin dan jajaran lainnya, menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman Kantor Pencarian dan Pertolongan dan BPBD Palangka Raya, di Aula Peteng Karuhei II, Selasa (16/3/2021). TABENGAN/DIDIN

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Inspektur Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Brigjen TNI Chanlan Adilane melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Palangka Raya. Kedatangannya sekaligus membuka kegiatan pelatihan teknis pencarian di gunung hutan (jungle rescue) bagi potensi SAR, di Aula Peteng Karuhei II Kantor Wali Kota Palangka Raya, Selasa (16/3/2021).

Mantan Dandim 1012/Buntok itu juga turut menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya dan BPBD Palangka Raya. Pelaksanaan itu juga sebagai pelatihan kolaborasi antara Basarnas-Pemko Palangka Raya, dalam mengoptimalkan kemampuan jungle rescue.

Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Palangka Raya Fairid Nafarin, yang turut memberikan sambutan dan motivasi kepada para peserta pelatihan.

“Bagi saya, Kalteng khususnya Palangka Raya sudah tidak asing, karena belasan tahun yang lalu pernah bertugas sebagai Dandim 1012/Buntok,” ujar Chanlan.

Dia menjelaskan, luasan Kalteng dan masih banyaknya hutan maupun gunung, melatarbelakangi kelayakan dilaksanakannya pelatihan tersebut. Intinya, sebagai peningkatan sumber daya manusia (SDM) dalam membantu pemerintah menyelamatkan jiwa manusia.

Menurutnya, hal ini juga disesuaikan dengan kondisi alam seperti sungai yang mendominasi, berarti perlu banyaknya water rescue. Begitu juga ketika banyak kawasan hutan, sehingga memerlukan jungle rescue.

“Musibah yang terjadi kerap dikarenakan kelalaian. Seperti beberapa waktu lalu kita menyelamatkan 29 ribu jiwa, namun 1.000 jiwanya tidak terselamatkan. Ini yang mesti jadi perhatian kita ke depan,” tegasnya.

Pria murah senyum itu menambahkan, kalau hanya mengandalkan aparat, Basarnas, pemerintah setempat dan lainnya, jelas masih memerlukan optimalisasi dalam penyelamatan jiwa manusia. Maka, perlu adanya potensi SAR dari berbagai kalangan yang nantinya juga akan dilatih melalui pelatihan terkait.

Chanlan menjelaskan, apa pun yang terjadi baik bencana ataupun kondisi membahayakan jiwa, pihaknya tetap melaksanakan tugas tanpa memandang situasi maupun kondisi, baik malam siang, hujan panas dan sebagainya.

”Saya berpesan agar personel dan jajaran di Palangka Raya tetap semangat untuk tugas kemanusiaan, karena hanya Tuhan yang tahu apa yang kita lakukan,” pungkasnya. drn/rgb

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *