Belajar di Tengah Tumpukan Sampah

16

Tabengan.com – Iqbal dan Jamal tetap bersemangat belajar, meski kondisi tempat belajar anak-anak dari Mustain, warga RT 09 Desa Kapitan, Kecamatan Kumai berada di tengah tumpukan sampah. Kedua bocah itu tetap semangat ketika Bhabinkamtibmas Desa Kapitan Bripka Yulianto memberikan pelajaran tambahan.

Menurut Bripka Yulianto, dirinya tergerak turun langsung memberikan pelajaran kepada Iqbal dan Jamal, karena kedua bocah itu saat hari Minggu selalu terlihat membantu orang tuanya yang berprofesi sebagai pemulung.

“Kebetulan orang tua Iqbal dan Jamal memang seorang pemulung. Saya sering lihat sering mengumpulkan sampah dengan alasan membantu orang tuanya, dan semestinya hal itu tidak terjadi, karena Iqbal dan Jamal masih di bawah umur tidak sepantasnya bekerja,” kata Bripka Yulianto.

Begitu hari Minggu (11/2), kata Bripka Yulianto, pukul 14.30 WIB dirinya langsung menemui Jamal dan Iqbal yang lagi asik mengumpulkan sampah.

“Hari libur seperti anak-anak seusia Iqbal dan Jamal biasanya diisi dengan bermain dan belajar. Ini beda, mereka malah selalu membantu mengumpulkan sampah-sampah. Ini membuat saya prihatin,” ujarnya.

Atas dasar rasa prihatin itulah, akhirnya Bripka Yulianto pun tergerak akan selalu memberikan pelajaran tambahan sekolah di luar jam sekolah, khususnya setiap hari libur untuk Iqbal dan Jamal.

“Anak seusia Iqbal dan Jamal belum waktunya bekerja, melainkan belajar dan bermain karena keduanya punya hak yang sama seperti anak-anak seusianya. Saya pun memberikan pengertian kepada orang tua kedua anak itu untuk tidak melibatkan anak-anak dalam mengumpulkan sampah yang jelas tidak baik bagi kesehatan anak. Juga belum saatnya anak-anak itu bekerja, meski dengan dalih membantu orang tua,” ujarnya.

Jamal dan Iqbal pun tampak sangat senang ketika Bripka Yulianto dengan berseragam memberikan pelajaran tambahan. Bahkan, menurut Bripka Yulianto, Iqbal dan Jamal keingintahuan terhadap pelajaran yang diberikan sangat tinggi. Kedua bocah itu tidak canggung bertanya ketika ada hal yang tidak dipahami.

“Iqbal dan Jamal anak yang pintar hanya perlu bimbingan dalam belajar. Saya pun menasihati keduanya agar manfaatkan waktu dengan belajar seperti menghafal huruf, sehingga nanti bisa lancar membaca,” ujar Bripka Yulianto.

Bripka Yulianto pun menambahkan kenapa dirinya tetap menggunakan seragam polisi pada saat memberikan pelajaran tambahan, hal itu agar anak-anak tidak takut dengan polisi dan anak-anak bisa mengetahui bahwa polisi itu sahabat anak-anak. yulia

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here