Banyak Pedagang Takut Divaksin

  • Whatsapp
MENOLAK- Sejumlah pedagang di Pasar Kahayan menolak untuk divaksin Covid-19, Senin (8/3/2021). TABENGAN/DANIEL
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Sejumlah pedagang di Pasar Kahayan dan Pasar Besar Kota Palangka Raya menyatakan menolak untuk menerima vaksinasi. Dari informasi yang dihimpun Tabengan, Senin (8/3/2021), berbagai alasan dikemukakan pedagang. Ada yang takut, faktor usia, ada pula yang merasa diri sudah sehat, sehingga tak perlu divaksin.

Mama Ido (35), misalnya, mengaku tidak mau divaksin karena rasa takut setelah melihat tayangan di media sosial YouTube. Sebab, dalam video yang dilihatnya, seseorang yang telah menerima vaksin dalam beberapa menit mengalami pingsan.

“Takut, yang di YouTube ada yang langsung gimana gitu,” ujarnya.

Pedagang lainnya, Fatimah (60), beralasan takut untuk menerima vaksin karena usianya telah 60 tahun.  Sebab, menurut informasi yang didapatnya, lansia tidak dapat divaksinasi.

Sedangkan Udin (56), mengaku sangat sehat karena aktivitas di pasar mengharuskan dirinya terus bergerak dan mengeluarkan tenaga yang banyak, sehingga disejajarkan dengan olah raga berat.

“Saya sehat-sehat saja. Kalau orang sehat tidak perlu divaksin. Karena banyak aktivitas pasti tubuh sudah kuat,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, Abah Ipan (35), mengungkapkan efek samping dari vaksin belum jelas. Menurut informasi yang didapatnya, setelah divaksin seseorang yang sehat akan menjadi sakit.

“Tidak mau, contohnya bayi diimunisasi, tadinya sehat malah 2 hari rewel, demam,” ujarnya.

Berbeda dengan pedagang lain, Andriansyah (45) sangat menyambut adanya pemberian vaksin bagi para pedagang. Bahkan, dirinya menyatakan siap ikut untuk divaksin.

“Lebih baik itu, juga untuk lansia lebih baik. Sebagai manusia pasti ada rasa takut pasti ada, tapi saya akan tetap ikut vaksin,” ujarnya.

Sementara, Staf UPTD Pasar Kahayan Dodhy mengiyakan bahwa sebagian besar pedagang di pasar menyatakan takut dan tidak mau untuk divaksinasi, dengan berbagai macam alasan yang diutarakan mereka.

“Infonya tanggal 9-10 vaksinasi untuk pedagang yang dilaksanakan di Puskesmas Pahandut. Banyak pedagang yang tidak berani divaksin saat kami pendataan kemarin. Padahal, sudah kami jelaskan vaksin aman dan halal. Sudah kami sampaikan ke pihak Dinkes supaya ada sosialisasi vaksin kepada semua pedagang di semua pasar pemerintah dan pasar swasta,” ujarnya. dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas