Waspada, Varian Baru Corona B117

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan varian baru virus Corona yang pertama kali ditemukan di Inggris bernama B117 sudah masuk Indonesia. Mutasi baru ini ditemukan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Terdeteksi pada 2 orang warga Negara Indonesia (WNI) yang sempat melakukan perjalanan dari luar negeri. Kini, keduanya dikabarkan sudah sembuh dan diperbolehkan melakukan isolasi mandiri di rumah.

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Cabang Kalimantan Tengah (Kalteng) Rini Fortina SKM MKes menyampaikan, sebelumnya sudah ada peringatan dari organisasi kesehatan dunia (WHO) tentang varian baru virus Covid-19.

Dijelaskan, ada 10 langkah komprehensif yang harus dilakukan oleh semua negara, berupa regulasi, kebijakan sampai dengan penghargaan kepada masyarakat, analisis data, penyampaian informasi, perencanaan dan tindakan di jalan.

Intinya tindakan itu tidak bisa salah satunya, tapi harus komprehensif, supaya bisa menurunkan kasus dan menjaga sampai angka kematian. Varian baru ini lebih cepat menular dari yang pertama, tapi tingkat kematiannya masih belum dinyatakan dengan jelas.

“Kami amati terus per harinya, kemudian pergerakan di fasilitas kesehatan juga kami amati ketat. Saat ini sedang melakukan analisis harian, tindakan di lapangan juga semua dalam kondisi waspada. Rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan juga siap siaga. Begitu juga dengan tenaga kesehatan. Itu langkah-langkah dari daerah dalam rangka mengantisipasi Covid-19 dan varian barunya,” kata Rini, Kamis (4/3/2021).

PAEI meminta masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan, pencegahan terhadap virus varian baru sama dengan Covid-19, menggunakan protokol kesehatan yang sudah ada sekarang. Tinggal masyarakat lebih disiplin menerapkannya dengan menjaga diri dan anggota keluarganya supaya tidak tertular dengan pakai masker, cuci tangan, jaga jarak dan hindari kerumunan.

Pemerintah sudah tegas bahwa tidak boleh ada kerumunan massa, gunakan masker dan cuci tangan. Protokol kesehatan ini sebaiknya diterapkan lebih disiplin lagi.

Menurut Rini, semua orang harus tetap waspada, begitu juga yang sudah divaksinasi belum ada jaminan tidak tertular virus varian baru. Saat ini para ahli masih terus mengumpulkan bukti-bukti, secara bertahap setiap waktu dan terus melakukan pengamatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng dr Suyuti Syamsul menyatakan, kondisi pasien yang tertular virus varian baru dari Covid sudah sembuh. Artinya hampir tidak ada penularan baru lagi.

“Varian baru ini mutasi saja dari Covid-19, sebuah keniscayaan, informasinya dia menular lebih cepat dari varian yang ada tetapi tingkat kematiannya malah lebih rendah. Yang jelas mau varian apapun, obatnya sama saja di Kalteng, tidak perlu memerlukan persiapan khusus terkait itu, toh prosedur pengobatan kita kalau misalnya ada yang terdeteksi begitu, ya sama saja,” ujar Suyuti.

Kendati demikian, Suyuti meminta kepada para petugas di lapangan, terutama yang bekerja di laboratorium melakukan pemeriksaan secara acak. Kalau memeriksa semua tidak memungkinkan karena memerlukan peralatan khusus.

Masyarakat diminta lebih disiplin dan taat menerapkan protokol kesehatan, kalau patuh terapkan protokol kesehatan maka tidak perlu khawatir meskipun ada mutasi virus baru. yml

iklan atas

Pos terkait

iklan atas