Kualitas Pendidikan Kalteng Belum Merata

  • Whatsapp
Sekretaris Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Kuwu Senilawati
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Sekretaris Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Kuwu Senilawati  mengemukakan, kualitas pendidikan di Kalteng sekarang ini masih belum merata. Jadi, pemerintah jangan berpuas diri dengan tingkat kelulusan yang mencapai 100 persen. Sekarang ini kualitas yang paling diperlukan, bukan kuantitas.

Kelulusan mencapai 100 persen, kata Kuwu, memang patut mendapatkan apresiasi. Namun, kualitas haruslah menjadi yang utama. Kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni sangat menentukan bagi Indonesia, khususnya Kalteng untuk dapat bersaing dengan daerah lain. Dinas Pendidikan (Disdik) dituntut untuk dapat lebih meningkatkan kualitas pendidikan di Kalteng.

Menurutnya, kondisi yang ada sekarang ini pendidikan Kalteng masih rendah dari sisi kualitas. Kualitas pendidikan masih belum merata ditandai dengan masih adanya daerah terkendala jaringan untuk melakukan pembelajaran dengan sistem daring.

“Langkah lain yang harus ditempuh dalam meningkatkan kualitas pendidikan adalah peningkatan sarana dan prasarana (sapras) pendidikan. Misalnya, setiap SMA yang ada di Kalteng seharusnya sudah memiliki laboratorium. Tidak saja laboratorium, juga ditunjang dengan tenaga guru yang mumpuni di bidang tersebut,” kata Kuwu saat dibincangi Tabengan di gedung dewan, Senin (1/3/2021).

Dia berharap, sekolah jenjang SMA/SMK sudah terdapat di tingkat kecamatan, dengan ditunjang berbagai fasilitas yang mumpuni. Apabila SDM, sapras terpenuhi, termasuk ketersediaan jaringan telekomunikasi, bukan tidak mungkin membuat kualitas pendidikan di Kalteng meningkat. Maka, sekarang tidak lagi berfokus pada kuantitas, tapi juga patut melihat kualitasnya.

Lebih lanjut, Kuwu mengungkapkan, tenaga guru di Kalteng berlimpah, tapi mengapa masih ditemukan sekolah yang kekurangan guru. Ini juga perlu menjadi perhatian serius dari Disdik. SDM yang berkualitas akan menunjang pembangunan di Kalteng ke depannya. Itu dari sisi SMA, sementara dari sisi SMK lebih berat lagi. Siswa SMK dituntut untuk dapat menunjukkan keahliannya dalam bidang yang ditempuh.

“Bagaimana bisa berkualitas, apabila tidak memiliki tempat untuk mempraktikkan apa yang dipelajari. Inilah pentingnya peningkatan sapras yang mumpuni di bidang pendidikan,” tegas politisi dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini. ded

iklan atas

Pos terkait

iklan atas