14 Titik Panas Terpantau BMKG

  • Whatsapp
Hotspot Terpantau: Sumber BMKG
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Forecaster Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Palangka Raya Renianata mengonfirmasi akumulasi titik panas (hotspot) di Kalimantan Tengah berdasarkan Satelit Terra, Aqua, Snpp dan Noaa20 pada 1 Maret 2021 pukul 07.00-16.00 WIB, setidaknya ada 14 sebaran hotspot dengan tingkat kepercayaan 30-79 persen.

“Adapun 14 hotspot tersebut ditemukan 1 titik di Kotawaringin Timur, 1 titik di Kapuas, 2 titik di Katingan, 3 titik di Lamandau, 2 titik di Seruyan dan 5 titik di Sukamara,” ujar Renianata kepada Tabengan, Senin (1/3/2021).

Selain itu, jelas dia, kondisi atmosfer secara umum yang terpantau pada 1 Maret 2021 adalah tekanan udara di wilayah Indonesia pada umumnya berkisar antara 1006-1012 hPa. Angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bertiup dari arah barat laut-timur laut.

Sedangkan untuk wilayah Indonesia bagian selatan, arah angin bertiup dari arah barat daya-timur laut. SOI  +12.0 (tidak signifikan < +7) suplai uap air bergerak dari Pasifik timur ke Pasifik barat, aktivitas potensi pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia timur signifikan.

Sementara, indeks ENSO di NINO 3.4: -0.57 (normal ±0.5)  signifikan terhadap peningkatan hujan harian di wilayah Indonesia.  DMI: -0.09 (normal ±0.4)  Suplai uap air dari wilayah Samudra Hindia ke wilayah Indonesia bagian barat tidak signifikan (aktivitas pembentukan awan di wilayah Indonesia bagian barat tidak signifikan).

Kemudian MJO: Kuadran 5 (Maritime Continent, netral)  kurang berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia. Gelombang Atmosfer: – Rossby terpantau aktif di sebagian NTT.  Kelvin  NIL  Tipe Low Frequency  terpantau aktif di sebagian wilayah Jatim, Bali, Nusa Tenggara, Kaltara, Sulteng, Gorontalo, Sulut, Maluku, Malut, Papua dan Papua barat.

Indeks Surge: +4.7 (normal < +10) aliran massa udara dingin ke wilayah Indonesia bagian barat tidak signifikan. Belokan angin dan konvergensi: pesisir barat Sumatera, Sumsel, Lampung, Banten, Jabar, Sulteng, Sulsel, Sultra, Bali, NTB, NTT, Malut, Maluku, Papua Barat dan Papua.

SST anomali: +1.0 s/d +3.0 °C ada potensi penguapan (penambahan massa uap air) di Samudra Hindia Barat Sumatera, Selat Sunda, Samudra Hindia Selatan NTT, Laut Jawa bagian barat, Selat Makassar, Laut Sulawesi, Teluk Tomini, Laut Halmahera, Laut Maluku, Laut Seram, Teluk Cendrawasih dan Samudra Pasifik Utara Papua.

Dijelaskan, kondisi cuaca wilayah Kalteng tanggal 28 Februari 2021 umumnya berawan hingga hujan ringan. Suhu udara berkisar antara 23°C- 35°C. Kelembaban udara berkisar antara 40%-100%. Angin umumnya bertiup dari arah tenggara hingga timur Laut dengan kecepatan berkisar antara 10-20 Km/jam.  Prospek tinggi gelombang mingguan di wilayah perairan selatan Kalteng berpotensi sekitar 0.5-1.25 meter (rendah).

Renianata mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalteng bagian barat. Selanjutnya waspada potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang di wilayah hampir seluruh wilayah Kalteng.

Waspada pula potensi adanya genangan air, banjir dan pohon tumbang akibat terjadinya hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang di wilayah Kalteng.

“Waspada adanya pertumbuhan awan konvektif (awan Cumulonimbus) yang dapat berpotensi hujan sedang hingga lebat, dan menimbulkan angin kencang, serta menambah tinggi gelombang di wilayah pesisir dan perairan selatan Kalteng,” katanya. dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas