Palangka Raya Mengalami Inflasi 0,33 Persen

  • Whatsapp
RILIS - Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro menyampaikan rilis laporan resmi komoditas bulanan di ruang rapat Kantor BPS Kalteng, Senin (1/3/2021).FOTO: ISTIMEWA
iklan atas

PALANGKA RAYA – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantang Tengah, Eko Marsoro mengatakan dari 90 kota pantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) nasional, Palangka Raya menempati peringkat ke-13 kota inflasi di tingkat nasional, sedangkan Sampit menempati peringkat ke-32 kota deflasi.

Hal ini disampaikan Eko Marsoro didampingi jajaran pada kegiatan rilis bulanan BPS Kalteng di ruang rapat, Kantor BPS Kalteng, Senin (1/3), terkait kondisi komoditas di dua kota acuan, yakni Palangka Raya dan Sampit.

Eko melanjutkan inflasi di Palangka Raya sebesar 0,33 persen. Dipengaruhi oleh peningkatan indeks harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau 0,95 persen, kelompok rekreasi olahraga dan budaya 0,93 persen, serta kelompok kesehatan 0,46 persen.

“Sedangkan Sampit mengalami deflasi. Deflasi di Sampit sebesar 0,02 persen dipengaruhi oleh penurunan indeks harga kelompok transportasi 0,50 persen, kelompok kesehatan 0,07 persen, serta kelompok pakaian dan alas kaki 0,06 persen,” kata dia.

Kemudian disebutkan, berdasarkan dua kota acuan, Kota Palangka Raya dan Sampit, Provinsi Kalteng mengalami inflasi 0,21 persen, laju inflasi tahun kalender 0,29 persen, dan tingkat inflasi tahun ke tahun 0,67 persen.

Sedangkan Indeks harga konsumen di level pedagang eceran di Provinsi Kalimantan Tengah, dikompilasi berdasarkan gabungan dua kota rujukan yakni Palangka Raya dan Sampit. Selama Februari 2021, terjadi inflasi sebesar 0,21 persen atau mengalami kenaikan indeks harga dari 105,30 pada Januari 2021 menjadi 105,52 di Februari 2021.

“Inflasi ini dipengaruhi oleh peningkatan indeks harga pada kelompok rekreasi olahraga dan budaya 0,63 persen, kelompok makanan, minuman dan tembakau 0,57 persen, serta kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,35 persen,” ujarnya.

Eko juga menambahkan, inflasi tahun kalender 0,29 persen, disebabkan oleh peningkatan indeks harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau 1,14 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya 0,87 persen, serta kelompok pakaian dan alas kaki 0,66 persen. Laju inflasi tahun ke tahun sebesar 0,67 persen secara umum dipicu oleh kenaikan indeks harga kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 6,70 persen. dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas