Produksi Sampah di Palangka Raya 130 Ton/Hari  

  • Whatsapp
KURANGI PLASTIK- Kepala DLH Kota Palangka Raya Achmad Zaini menunjukkan kantong belanja ramah lingkungan sebagai bentuk kampanye 3R untuk kurangi produksi sampah, Jumat (26/2/2021). TABENGAN/RONY
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya Achmad Zaini  mengungkapkan, estimasi produksi sampah saat ini mencapai 130 ton per hari. Perhitungannya, tiap orang mampu menghasilkan limbah rumah tangga sekitar 0,4 sampai 0,5 kilogram per hari. Jika total penduduk kota 270 ribu, artinya menghasilkan 130 ribu kilogram atau 130 ton sampah per hari.

“Ini merupakan perhitungan kasar dari total sampah yang mampu dihasilkan oleh masyarakat Kota Palangka Raya per harinya. Ini termasuk jenis limbah rumah tangga, limbah industri dan limbah-limbah lainnya,” ungkap Zaini saat ditemui Tabengan, Jumat (26/2/2021).

Diakuinya, permasalahan sampah tersebut apabila tidak segera diantisipasi akan menimbulkan masalah baru di kemudian hari. Seiring bertambahnya jumlah penduduk setiap tahunnya, bertambah pula jumlah produksi sampah.

Terlebih keterbatasan ketersediaan tempat pemprosesan akhir (TPA), sehingga menyebabkan overload sampah. Saat ini DLH berusaha menyosialisasikan upaya meminimalisir produksi sampah dengan 3R  (Reduce/mengurangi, Reuse/penggunaan kembali, dan Recycle/daur ulang).

“Target jangka panjang 2025 mendatang kita mampu mengurangi produksi sampah hingga 30 persen. Program 3R ini sudah kami jalankan sejak lama, dan perlahan-lahan kami edukasi masyarakat untuk mengurangi pemakaian benda sekali pakai. Selain itu, Wali Kota Fairid Naparin sejak tahun lalu telah menerbitkan edaran khusus bagi para ASN agar menerapkan 3R tersebut dan menyebarkan kepada lingkungannya,” jelas Zaini.

Di sisi lain, guna mengimbangi hasil produksi sampah yang cukup tinggi, maka DLH mengaktifkan sejumlah sarana dan prasarana pendukung.  Mulai dari 2 depo sampah di Jalan Wortel dan G Obos XII, 9 depo sampah ini, 104 TPS dan kontainer sampah, hingga 23 kendaraan truk amrol pengangkut sampah.

“Sejauh ini cukup tertangani. Namun, kita berharap ada penambahan kembali berupa armada pengangkut maupun kontainer sampah. Sebab, proyeksi penambahan penduduk kita akan menyebabkan penambahan produksi sampah. Jadi, kita akan berusaha maksimal memenuhi sarpras yang kurang, sambil kita giatkan kampanye 3R tersebut,” pungkasnya. rgb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas