Kelelawar Sebabkan Hasil Panen Kelengkeng Palangka Raya Turun

  • Whatsapp
PANEN KELENGKENG – Petani buah di Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya sedang memanen buah kelengkeng. FOTO: ISTIMEWA
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Kondisi iklim yang cukup ekstrem yang terjadi beberapa waktu terakhir di hampir seluruh daerah yang ada, khususnya wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng), diklaim petani buah tidak berpengaruh besar.

 Hal ini diungkapkan Isna, salah seorang petani buah di Kereng Bengkirai, Palangka Raya. Dia mengaku cuaca ekstrem tidak mempengaruhi hasil panennya tetap baik, sebaliknya persoalan pasar yang menjadi kendala.

Menurut Isna, meski semua tanamam buah tidak terancam cuaca yang cukup ekstrem, namun terkendala pada saat memasarkan. Pasalanya pada musim penghujan pemasaran tidak signifikan disebabkan peminat buah berkurang.

“Tanaman buahnya bagus saja pak, hanya pasaran buahnya menurun. Kalau sering hujan orang jadi malas makan buah,” bebernya kepada Tabengan, Rabu (24/2/2021).

Namun demikian, petani buah kelengkeng di wilayah Kereng Bengkirai tersebut mengeluhkan hewan malam, seperti kelelawar. Kelelawar ini menyebabkan hasil panennya menjadi menurun. Akibat hewan malam ini hasil panen lengkeng hanya berkisar 600 kilogram saja.

“Hasil kurang maksimal kalah sama kalong/kelelawar. Tidak banyak juga, tahun lalu sebelum corona lumayan banyak,” imbuhnya. dsn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas