CU Betang Asi Berharap Dilibatkan dalam Food Estate

  • Whatsapp
RESES – Suasana kegiatan reses Anggota DPD RI Agustin Teras Narang bersama jajaran pengurus CU Betang Asi, Palangka Raya, Kamis (25/2/2021). TABENGAN/ADINATA
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM – Anggota Koperasi Credit Union (CU) Betang Asi mengharapkan dapat dilibatkan dalam program food estate yang sedang dijalankan pemerintah saat ini, khususnya di wilayah Kabupaten Gunung Mas (Gumas). Dimana diketahui bahwa pemerintah berencana melibatkan masyarakat dalam program Food Estate tersebut.

Hal ini disampaikan Ketua CU Betang Asi, Ambu Naptamis yang dihadiri jajaran pengurus, pengawas, serta pengurus dari sejumlah kabupaten dalam kegiatan reses Anggota DPD RI Agustin Teras Narang di Aula Kantor CU Betang Asi, Kamis (25/2).

Pada kesempatan itu, Ambu Naptamis mengatakan anggota CU Betang Asi berharap agar agenda pemerintahan pusat lewat program Food Estate bisa melibatkan potensi kelompok usaha yang menjadi dampingan CU.

“Anggota CU berharap terlibat dengan program Food Estate, terutama di wilayah Kabupaten Gumas. Namun kenyataan yang ada ternyata tidak sesuai harapan bahwa masyarakat setempat tidak dilibatkan, khususnya di komoditas singkong,” ungkap Ambu Naptamis.

Selain itu dia menjelaskan, bila melihat usaha CU pada awalnya berupan simpan pinjam. Tapi dalam perkembangannya koperasi ini melakukan ekspansi dengan pemberdayaan yang terorganisir, dengan membentuk kelompok-kelompok usaha yang mengusahakan berbagai usaha, baik bidang peternakan, perikanan, perkebunan, dan lainnya.

Sementara Ambu menyebutkan hingga saat ini jumlah anggota mencapai 39.000 orang, yang tersebar di 5 kabupaten dan 1 kota di Kalteng. Kemudian CU Betang Asi telah memiliki aset sekitar Rp700 miliar, yang menunjukkan besarnya potensi giat ekonomi kelompok masyarakat yang bergabung di dalamnya.

Sementara Teras Narang mengapresiasi CU Betang Asi telah mampu berkembang serta melihat peluang di tengah berbagai tantangan yang dihadapi sejak berdiri. Teras juga mengajak pengurus untuk memiliki jiwa kompetisi agar mampu bersaing dengan melihat peluang yang ada untuk kemajuan koperasi ini ke depan.

Menurut Teras tantangan membentuk jiwa kewirausahaan diakui tidak mudah dan terus diperjuangkan sesuai konteks kekinian. Semangat belajar terus menerus juga dibangun agar kegiatan pemberdayaan dapat terorganisir, masif dan sistematis. Pemberdayaan ini juga mesti berlangsung dari hulu ke hilir, artinya dari kegiatan produksi sampai ke pemasaran.

“Kita harus mampu untuk mencari terobosan untuk menghadapi tantangan yang kita hadapi sekarang ini. Kita tidak pernah menduga bahwa kita sekarang ini mempergunakan sarana ini dengan virtual meeting agar kita bisa bertemu. Tapi di balik situasi sulitlah hal ini bisa terjadi. Di sini kita perlu belajar memanfaatkan peluang,” kata dia.

Mantan Gubernur Kalteng dua periode ini juga mengajak anggota CU Betang Asi memaknai prinsip dasar gerakan CU yang memiliki asas swadaya, solidaritas dan pendidikan. Asas ini mesti bisa diterjemahkan dalam program-program pemberdayaan sehingga juga anggota CU siap berkompetisi. adn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas