Kepala SMPN-1 Jangkang “Menghilang”

  • Whatsapp
MANGKRAK - Pembangunan Ruang Laboratorium Komputer SMP Negeri-1 Jangkang Kecamatan Pasak Talawang yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pusat senilai Rp460 juta yang dikerjakan secara swakelola Mangkrak. Inset  Suwarno Muriat, Kepala Dinas Pendidikan Kapuas. ISTIMEWA
iklan atas

*** Kepsek Dinonaktifkan Disdik Kapuas

*** 28 Persen Bangunan SMP di Kapuas Rusak

KUALA KAPUAS/TABENGAN.COM– Buntut mangkraknya pembangunan Ruang Laboratorium Komputer SMP Negeri-1 Jangkang Kecamatan Pasak Talawang yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Pusat senilai Rp460 juta yang dikerjakan secara swakelola, berujung pada penonaktifan sang kepala sekolah.

Kegiatan yang seharusnya selesai Desember 2020, kemajuan fisiknya hanya 30-40 persen, sementara dana yang diambil sudah melebihi 70 persen. Parahnya, hingga saat ini Kepala SMPN-1 Jangkang Lukas tidak diketahui keberadaannya. Dari 3 kali pemanggilan yang dilakukan baik oleh Dinas Pendidikan maupun Inspektorat, semuanya diabaikan.

Demi kelancaran proses penyelesaian hasil kegiatan dan kelancaran proses pembelajaran, Dinas Pendidikan Kabupaten Kapuas mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan yang bersangkutan, dan melakukan penunjukan seorang pelaksana tugas sebagai kepala sekolah.

“Betul, saudara Lukas sejak 19 Februari 2021 sudah kita nonaktifkan sebagai Kepala SMP Negeri-1 Jangkang. Hal ini kita lakukan agar memudahkan tim pemeriksa maupun yang bersangkutan untuk menyelesaikan permasalahan terkait dengan proses pembangunan Ruang Lab Komputer tersebut,” kata Suwarno Muriat, Kepala Dinas Pendidikan Kapuas, di ruang kerjanya, Jumat (19/2) sore.

Suwarno berharap, Lukas proaktif memenuhi panggilan Inspektorat memberikan penjelasan agar dapat diketahui apa kendala yang dihadapinya sehingga kegiatan pembangunan tidak dapat terselesaikan sesuai tenggat waktu. Sebab, dari beberapa kegiatan yang juga sama dilakukan sekolah lain, semuanya sudah selesai dilaksanakan.

28 Persen Bangunan Sekolah Rusak

Sementara itu, hasil laporan yang ditindaklanjuti dengan pengecekan secara langsung ke lokasi oleh Bidang Sarana dan Prasarana, fasilitas bangunan SMP baik berupa ruang kelas, kepala sekolah, guru, perpustakaan dan Lab IPA, dari 120 bangunan gedung SMP di Kapuas, saat ini 28 persen kondisinya mengalami kerusakan total. Hal ini tentu menjadi perhatian Disdik Kapuas.

“Benar, dari 120 bangunan SMP yang kita miliki, hasil pengecekan tindak lanjut laporan dari pihak sekolah, kita akui setidaknya ada 34 buah yang memang harus mendapatkan perhatian serius. Ini juga sudah kita lakukan langkah-langkah dan usulan untuk menyediakan anggaran perbaikan ataupun membangun baru,” kata Suwarno saat dikonfirmasi melalui Kepala Bidang Pembinaan SMP Agustin, Kamis (25/2).

Dijelaskan, karena terbatasnya anggaran, kegiatan pembangunan pada 2021 pihaknya terpaksa harus memilah dalam melakukan perbaikan. Diprioritaskan dulu bangunan yang memang mengalami kerusakan total. Sementara pada 2020, sudah ada terbangun penambahan 2 unit gedung SMP  yang kini tinggal menunggu izin operasionalnya. c-yul

iklan atas

Pos terkait

iklan atas