Respon Asprov PSSI Melihat Tim Sepakbola Putri Turun ke Jalan

  • Whatsapp
ESISTENSI - Ketua Asprov PSSI Kalteng, Leonard Ampung (Kaos Hitam) bersama jajaran pengurusnya mengobrol dengan manajer dan tim pelatih, pada saat memantau tim sepakbola putri Kalteng latihan belum lama ini untuk persiapan hadapi PON XX. TABENGAN/ISTIMEWA
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM-Aksi turun ke jalan oleh DPD KNPI Kalteng dan tim sepakbola putri Kalteng, dalam rangka penggalangan dana untuk memenuhi undangan dari Gerakan Sepakbola Putri Indonesia (GSPI) mengikuti turnamen di Tangerang, Banten melawan Tim Nasional sepakbola putri Indonesia dikomentari positif oleh Asosiasi Provinsi (Asprov) Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kalteng.

Ketua umum Asprov PSSI Kalteng Leonard S Ampung menyampaikan, melihat tim Kalteng Putri turun ke jalan, Asprov melihat hal positifnya saja, artinya mungkin mereka ingin dilihat oleh masyarakat ada eksistensinya, bagaimana tim Kalteng Putri yang sudah mengukir prestasi sejarah sepakbola Kalteng pertama kalinya lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON) dan diharapkan bisa diikutkan ke multi event olahraga tingkat nasional ini.

“Saya berharap dengan adanya aksi turun jalan ini, tersosialisasikan sepakbola di Kalteng dengan berbagai macam cara upaya, salah satunya mereka turun ke jalan, ada juga upaya lain misalnya kunjungan ke daerah-daerah melakukan pertandingan persahabatan. Jadi silahkan mekanisme bagaimana. Kalau saya lihat itu adalah hal yang positif,” kata Leo, Selasa (23/2).

Sementara itu, penggalangan dana yang dimaksudkan untuk mengikuti pertandingan ujicoba termasuk bertanding melawan Timnas Putri Indonesia, menurut Leo tentunya dibawah manajemen dari tim itu sendiri dan Asprov menyambut baik, termasuk ada upaya untuk melibatkan masyarakat salah satunya untuk mencintai sepakbola, bukan hanya sebatas pada pemerintah, Dinas dan Pengurus, tetapi peran masyarakat dalam kecintaannya terhadap tim sepakbola sangat diharapkan.

Leo mencontohkan seperti tim Arema Malang, sampai tukang bakso saja ikut memberikan partisipasinya kepada tim, pada sudah menjadi tim besar di Indonesia, tapi tetap ada keterlibatan dari masyarakat  pecinta sepakbola dan itu sangat luar biasa. Ia harapkan ini menjadi momentum di kondisi Pandemi seperti saat ini juga masyarakat bisa mencintai bola.

“Coba lihat Arema Malang pernah juara liga 1, semua masyarakat sampai titik bawah ikut andil, mereka mencintai klubnya, sepak bolanya, seperti itu yang sebenarnya diharapkan. Itu pandangan dari kacamata saya. Ini positifnya saya melihat bahwa ada upaya untuk melihat bagaimana masyarakat bisa mencintai bola,” imbuh pria yang juga menjabat sebagai Kadis Perkimtan Provinsi Kalteng ini.

Kedepan lanjut Leo, sangat bermanfaat bagi keterlibatan seluruh atau sebagian besar masyarakat untuk ikut berpartisipasi membesarkan sepakbola, itu tidak hanya tanggungjawab pemerintah, pengurus, manajer maupun asosiasi PSSI. Tapi semua masyarakat  yang ingin Kalteng ini maju di bidang olahraga sepakbola perempuannya.

Sementara itu, untuk langkah selanjutnya ke PON XX, Papua, itu sudah ada mekanismenya dan merupakan kewenangan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) yang mengaturnya.  Asprov serahkan semuanya itu dan berharap tim Kalteng putri bisa ikut ke PON dan berprestasi disana.

Ditambahkan Leo, event PON ini bukan main-main lagi dan sudah bicara prestasi. Persiapan yang matang dengan melakukan latihan yang bagus, kemudian uji tanding maka target prestasi bisa diwujudkan. Asprov mendoakan mudah-mudahan tim sepakbola putri bisa ukir prestasi di PON. Selama ini Asprov PSSI Kalteng sebagai induk organisasi sepakbola memberikan dukungan, bahkan datang langsung melihat ke tempat para pemain berlatih. Kemudian memberikan dukungan apa peralatan latihan mereka dan lain sebagainya. yml

iklan atas

Pos terkait

iklan atas