Gantung Diri Usai Bunuh Istri

  • Whatsapp
OLAH TKP- Tim Inafis melakukan olah TKP di lokasi gantung diri di Kompleks Flamboyan Bawah, Selasa (23/2) malam. Dan Proses evakuasi terhadap pasutri Anang Syahrani dan Rini Amalia di Jalan Petuk Katimpun, Rabu (24/2) dini hari.TABENGAN/FERRY WAHYUDI
iklan atas

*** Flamboyan Bawah, Tukang Parkir Gantung Diri di Pustu

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Warga Jalan Petuk Katimpun, Kelurahan Petuk Katimpun, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya dikejutkan dengan tragedi berdarah yang menimpa salah satu rumah tangga warganya. Pasangan suami istri Anang Syahrani (49) dan Rini Amalia (30) ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya, Rabu (24/2/2021) sekitar pukul 00.30 WIB.

Anang Syahrani ditemukan sudah tidak bernyawa tergantung di bagian leher dengan tali terikat di langit-langit ruang tamu dengan kondisi hanya menggunakan celana dalam, sedangkan Rini Amalia ditemukan tewas bersimbah darah di kamarnya dengan posisi setengah tertelungkup.

Peristiwa tersebut tentu saja membuat geger warga sekitar. Pihak kepolisian yang mendapat laporan segera mendatangi rumah korban dan melakukan evakuasi.

Umi, kerabat korban mengatakan, kejadian tersebut pertama kali dilihat oleh Harta, kakak ipar pasutri. Saat itu, kedua anak korban berinisial NA (11) dan PR (7) mendatangi rumah Ria Agustina, tantenya yang berjarak kurang lebih 100 meter dari rumah.

Saat tiba di rumah, keduanya meminta tolong kalau ibunya ditusuk oleh ayahnya sendiri. Mendengar informasi itu, Harta pun segera mendatangi rumah korban dan menemukan keduanya sudah tidak bernyawa.

“Karena tidak berani masuk ke dalam, Harta menelepon ketua RT dan segera melaporkannya ke polisi,” katanya.

Polisi dari Polresta Palangka Raya dan Polsek Pahandut yang datang segera melakukan evakuasi dan olah TKP di lokasi kejadian. Kedua jenazah segera dibawa ke Ruang Kamboja RSUD Doris Sylvanus untuk menjalani visum et repertum.

Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan sebilah pisau dapur berlumuran darah yang diduga digunakan Anang Syahrani untuk menusuk Rini Amalia, ember bekas cat sebagai pijakan dan tali yang digunakan untuk gantung diri.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri melalui Kasat Reskrim Kompol Todoan Agung Gultom mengatakan, dari hasil visum didapatkan jika Rini Amalia menderita luka tusuk sebanyak 14 kali di bagian badannya.

Sebanyak 12 luka tusuk berada di badan bagian belakang, sedangkan 2 tusukan ada di bagian dada. Korban Rini Amalia juga menderita luka sayatan di bagian paha kaki.

“Kuat dugaan pelaku penusukan dilakukan oleh Anang Syahrani, sesuai dengan keterangan dari anak kandungnya yang menyaksikan peristiwa tersebut. Untuk motif pembunuhan itu masih kita dalami lebih lanjut,” katanya.

Guna kepentingan penyelidikan, kedua anak korban nantinya akan menjalani rehabilitasi psikologi. Pendampingan dilakukan untuk menekan trauma yang dirasakan kedua anak tersebut.

“Kita akan rehabilitasi psikis nantinya, jika sudah membaik maka kita mintai keterangan,” tegasnya.

Tukang Parkir Gantung Diri di Pustu

Beberapa jam sebelumnya, warga Kompleks Flamboyan Bawah, Jalan Ahmad Yani, Kota Palangka Raya juga digegerkan dengan penemuan sesosok pria tewas tergantung di gedung Puskesmas Pembantu (Pustu), Selasa (23/2021) malam.

Pria yang diketahui berinisial MI (20) ditemukan tak bernyawa dengan kondisi leher terlilit tali nilon berwarna biru di kusen pintu Pustu. MI yang diketahui berprofesi sebagai tukang parkir itu pertama kali ditemukan oleh adiknya.

Masrani, orang tua korban menyebutkan, MI ditemukan tidak bernyawa pertama kali oleh adiknya. Saat itu ia baru saja datang dan kaget menerima kabar kalau anaknya tewas dengan cara gantung diri.

“Saya baru datang, tiba-tiba dikabari anak saya kalau MI gantung diri,” ucap Masrani.

Theo, warga sekitar mengungkapkan, Pustu tersebut sudah lama tidak difungsikan. Bangunan itu lalu dihuni oleh keluarga MI satu tahun belakangan ini.

“Mereka tinggal berlima di bangunan tersebut, ya mungkin sudah satu tahunan ini,” ungkapnya.

Kapolsek Pahandut Kompol Edia Sutaata menerangkan, dugaan sementara aksi gantung diri tersebut disebabkan cekcok rumah tangga antara MI dan istrinya. Saat ini penyelidikan masih dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi mata.

“Dari olah TKP yang kita lakukan turut diamankan tali nilon warna biru dan kursi plastik yang digunakan korban sebagai sarana gantung diri,” tuturnya. fwa

iklan atas

Pos terkait

iklan atas