COVID-19-Dominasi Klaster Perjalanan Luar Daerah

  • Whatsapp
Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya, Emi Abriyani
iklan atas

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM– Awal pekan lalu, kasus konfirmasi positif Covid-19 Kota Palangka Raya sempat mengalami penurunan signifikan jika dibandingkan dengan kasus kesembuhan yang mulai meningkat setiap harinya. Namun, beberapa waktu belakangan, hal sebaliknya terjadi. Ada kenaikan jumlah konfirmasi positif.

Berdasarkan data harian Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya, sejak 17-22 Februari 2021 ada penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 113 kasus, pasien dalam perawatan 58 orang, kasus sembuh 53 orang dan meninggal dunia 2 orang.

“Jika kita lihat perbandingan antara kasus positif dan kesembuhan, hampir 50 persen selisihnya. Padahal, sepekan sebelumnya justru angka kesembuhan kita yang meningkat,” kata Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani saat dikonfirmasi Tabengan, Selasa (23/2/2021).

Diakui Emi, berdasarkan hasil tracing timnya di lapangan, mayoritas kasus konfirmasi positif yang ada di Kota Cantik diawali dari klaster perjalanan keluar daerah, khususnya ke wilayah yang termasuk zona merah. Selanjutnya, klaster luar daerah tersebut berkembang menjadi klaster keluarga. Penularan dilakukan kepada sanak saudara di lingkungan rumah, bahkan kerabatnya di lingkungan kerja.

“Kemudian kembali meningkat dikarenakan ketaatan masyarakat akan pentingnya menerapkan protokol kesehatan menurun. Masih banyak kami temui masyarakat yang tak memakai masker saat beraktivitas, dan juga pelaku usaha serta pemilik fasilitas umum yang tak menjalankan anjuran 3 M saat kami melakukan operasi yustisi setiap hari,” bebernya.

Untuk itu, lanjut Emi, pihaknya saat ini tengah menyusun kajian secara lengkap dan menyeluruh untuk Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro sebagaimana yang diinstruksikan oleh pemerintah pusat. Hal itu akan diterapkan pada kelurahan-kelurahan zona merah sebaran Covid-19. Partisipasi masyarakat tingkat bawah mulai dari rumah tangga, RT/RW, lurah dan camat akan didorong untuk melakukan pengetatan protokol kesehatan secara mandiri.

“Selama kasus masih ada, meskipun ada vaksin dan lain sebagainya, maka protokol kesehatan tidak akan sedikit pun dikendurkan. Saya berharap masyarakat memahami itu, dan bisa bersinergi bersama pemerintah untuk bersama-sama menekan angka sebaran dan memutus mata rantai Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” pungkas Emi. rgb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas